Cianjur | Puluhan warga Kampung Lembur Tengah RT.03/04 Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mengalami keracunan makanan.
Gejala yang dialami warga mengalami muntah, mual, pusing dan mencret.
Kuat dugaan hal tersebut terjadi setelah warga mengkonsumsi nasi kotak yang dibagikan oleh seorang warga berinisial (AD) yang sedang melaksanakan Tasyakuran rumah baru miliknya pada hari Sabtu, 20 sekitar pukul 19.00 WIB kemarin.
Lantaran jumlah korban cukup banyak, warga yang mengalami keracunan ditampung di Gedung Olah Raga (GOR) Kantor Balai Desa Salamnunggal Kecamatan Cibeber untuk mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan dari Puaskesmas Cibaregbeg.
Saat ditemui wartawan, Senin 22 Januari 2024, salah seorang korban, Aam Amelia (53) mengaku, dirinya menyantap makanan nasi kotak sepulang dari acara Tasyakuran pada malam hari, namun gejalanya baru terasa keesokan harinya.
“Minggu pagi saya mulai muntah dan pusing, terus saya sempat dibawa ke rumah sakit, karena telah terasa membaik, saya pulang, namun pas di rumah, kembail muntah disertai mencret,” aku Aam.
Masih dilokasi yang sama, Rina (33) ibu kandung anaknya Adrian Akbar (10) korban keracunan, anaknya bersama keponakannya Lovina (12) mengaku gejala yang dialaminya berbeda.
“Kalau anak saya mengalami mual disertai demam disertai kejang, tetapi tidak muntah, kalau keponakan terus muntah-muntah,” akunya.
Salah seorang dokter umum Puskesmas Cibaregbeg dr Sri Daniasari seorang menuturkan, warga yang mengalami keracunan telah berangsur membaik, namun ada juga yang sempat dirujuk ke RSDH Cianjur.
“Tadi ada salah seorang korban kita rujuk karena mempunyai riwayat hipertensi ke RSDH, tapi sudah membaik dan sekarang sudah pulang,” tuturnya.
Ia melanjutkan, warga yang menjadi korban keracunan sudah dapat ditangani dan tinggal beberapa korban saja yang masih dalam pemantauan.
“Ada sekitar 5 korban saja yang masih kita pantau, dan kalaupun harus dirujuk kita akan rujuk untuk perawatan yang lebih intensif di rumah sakit,” kata Sri.
Terakhir ia mengatakan, untuk sample nasi kotak yang diduga penyebab terjadinya keracunan telah dibawa petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.
“Tadi nasi kotak sudah diambil sampelnya, untuk diperiksa di Labkesda Kabupaten Cianjur, kejadian ini adalah kejadian luar biasa (KLB) dan saya sebagai petugas kesehatan, mengimbau warga untuk berhati hati saat menyantap makanan,” tutupnya.














