Proyek Irigasi Bernilai Puluhan Milyaran Ambrol, Pelaksanaan Pembangunan Diduga Asal-Asalan. (Foto: Deri Lesmana).
Cianjur | Proyek pembangunan saluran irigasi Ciherang 2 yang berlokasi di dua desa, yakni Desa Sukabungah dan Desa Cibanggala, Kecamatan Campakamulya, Cianjur, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi (spek).
Proyek senilai puluhan miliar rupiah dengan volume pengerjaan sepanjang kurang lebih 7.000 meter (7 kilometer) itu mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2025, namun kini kondisinya telah mengalami kerusakan parah di beberapa titik meskipun status pekerjaan masih dalam tahap berjalan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, selain diduga tidak sesuai spesifikasi, proyek ini juga banyak menggunakan material batu dan pasir yang diambil dari kawasan Perhutani.
Salah seorang pekerja proyek Edi (50), membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan bahwa material batu dan pasir memang diambil langsung dari areal Perhutani.
“Benar, proyek irigasi ini banyak mengambil material batu dan pasir dari areal Perhutani,” katanya, Senin (24/2/2026).
Tak hanya persoalan material, Edi juga mengungkapkan bahwa upah para pekerja hingga kini belum dibayarkan.
“Banyak pekerja yang sampai sekarang masih belum menerima upah, termasuk saya,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, talud irigasi yang baru dibangun terlihat ambrol di beberapa titik lokasi dengan total panjang mencapai puluhan meter.














