Lebih dari Sekadar Berbagi Takjil, Mahasiswa Cianjur ‘Sekolah’ Jadi Relawan Tangguh. (Foto: ERI).
Cianjur | Sorak-sorai dan senyum ramah mewarnai perempatan Jalan Arif Rahman Hakim, Solokpandan, Cianjur, Jumat sore (13/3/2026).
Ratusan paket takjil dan sembako berpindah tangan dari sekelompok anak muda kepada para pengendara yang tengah berbuka puasa. Namun, di balik aksi sosial yang hangat itu, ada proses “penggemblengan” mental yang serius.
Momen berbagi tersebut merupakan puncak dari kegiatan Sekolah Relawan “Volt-Volunteer” , sebuah kolaborasi apik antara Energi Relawan Indonesia (ERI) dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah (Himaksy) Universitas Suryakancana.
Acara yang digelar di Sabore Kitchen ini bukan sekadar memberi, tetapi juga membekali para mahasiswa dengan nilai dan etika menjadi relawan sejati.
Di dalam ruangan, suasana berbeda dengan hingar-bingar di jalan raya. Para mahasiswa menyimak paparan dari Ketua Umum ERI, Rojudin, yang bertindak sebagai pemateri. Ia tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga menggugah kesadaran tentang panggilan jiwa seorang relawan.
“Menjadi relawan itu bukan pekerjaan karier, bukan pula sekadar pengisi waktu luang. Ini tentang panggilan kemanusiaan,” tegas Rojudin di hadapan para peserta.
Ia menjabarkan lima dimensi penting yang membedakan relawan dengan pekerja profesional, mulai dari sistem kerja tanpa honorarium hingga tanggung jawab moral yang melekat.
“Relawan memiliki identifikasi yang kuat terhadap organisasi dan masyarakat yang dilayaninya. Itulah yang membuat gerakan ini begitu kuat dan tulus,” tambahnya.
Usai dibekali materi, para peserta langsung terjun ke lokasi. Dengan penuh semangat, mereka membagikan takjil dan sembari berinteraksi dengan masyarakat. Senyum lebar penerima bantuan menjadi jawaban atas pembelajaran yang baru saja mereka dapatkan.
Ketua Himaksy, Novi Aulia Safitri, mengamini bahwa kolaborasi tahun ini terasa berbeda. Menurutnya, aksi sosial menjadi lebih terstruktur dan bermakna.
“Alhamdulillah, tahun ini kegiatannya lebih terarah. Penyaluran bantuan bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Novi dengan lega.
Ia berharap kerja sama dengan ERI tidak berhenti di sini. “Ini baru langkah awal. Semoga ke depan kita bisa berkolaborasi di lebih banyak program kerja, untuk mempererat silaturahmi dan tentunya memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Cianjur.”
Setelah aksi berbagi, kehangatan acara ditutup dengan buka puasa bersama di Sabore Kitchen, mengukuhkan kebersamaan yang terjalin antara ERI dan Himaksy. Melalui Sekolah Relawan ini, para mahasiswa tak hanya pulang dengan perut kenyang, tetapi juga hati yang lebih terlatih untuk peka dan tanggap terhadap sesama.














