Ketua LSM Sesalkan Bupati Cianjur Tak Hadir dalam Diskusi Proyek Geothermal. (Foto : Dery Lesmana).
Cianjur | Riki Supiandi, Sekretaris LSM Prabhu Indonesia Jaya DPD Kabupaten Cianjur, kecewa berat karena Bupati Cianjur tidak hadir dalam pertemuan yang sudah dijadwalkan. Pertemuan itu rencananya membahas proyek panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Menurut Riki, ketidakhadiran bupati bukan hanya soal teknis atau jadwal. Ia menilai ini menunjukkan kurangnya perhatian dan tanggung jawab pemimpin terhadap kekhawatiran warga soal dampak lingkungan dan sosial dari proyek tersebut.
“Audiensi ini adalah hak warga untuk mendapatkan informasi yang jelas. Dengan tidak hadir, pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap risiko pasca gempa dan ancaman ekologis yang dirasakan masyarakat Cianjur,” ujar Riki.
Ia juga menyayangkan karena masyarakat sudah beberapa kali meminta audiensi dan bahkan menggelar unjuk rasa. Namun, dari informasi yang didapat dari Badan Kesbangpol Cianjur, bupati disebut tidak mengetahui apa-apa tentang proyek geothermal.
“Kami heran. Jangan sampai rakyat berjuang sendiri di tengah ketidakpastian. Kami tidak butuh wakil yang tidak punya wewenang mengambil keputusan,” tegasnya.
Riki menduga pemerintah kabupaten lebih memprioritaskan investor daripada keselamatan warga di kaki Gunung Gede Pangrango. “Jangan tunggu bencana besar terjadi baru bupati mau bicara,” tambahnya.
Ia pun mempertanyakan sikap bupati. Jika proyek geothermal itu aman dan berpihak pada rakyat, mengapa bupati takut bertemu langsung? “Ketidakhadiran ini justru menimbulkan kecurigaan,” kata Riki.
Ia mengingatkan bahwa kekuasaan memiliki amanah. “Kami tidak butuh pemimpin yang hanya muncul saat butuh suara, tapi kabur saat rakyat butuh perlindungan,” pungkasnya.













