Kebakaran Landa Bukit Pasirkaramat, Warga Panik dan Selamatkan Ternak

Warga tengah melakukan pemadaman api di bukit Pasirkaramat dengan alat seadanya. (Foto: Sam Apip).

Cianjur, metropuncak.com | Kobaran api melanda kawasan Bukit Pasirkaramat Curugopat, Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada [isi hari/tanggal]. Peristiwa ini membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi panik dan berteriak meminta pertolongan.

Di tengah kepungan api dan kepulan asap tebal, warga tidak hanya berusaha menyelamatkan diri, tetapi juga buru-buru mengeluarkan ternak domba dari kandang. Langkah itu diambil karena kekhawatiran api akan terus menjalar hingga ke pemukiman.

Api dengan cepat melahap ilalang kering akibat musim kemarau. Dari total luas bukit sekitar 10 hektare, diperkirakan 3 hektare lahan hangus terbakar.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan informasi sementara di lapangan, api diduga berasal dari pembakaran sampah atau puntung rokok yang mengenai ilalang kering.

Begitu api mulai membesar, warga bergerak cepat menggunakan alat seadanya untuk memadamkan. Jajaran Polsek Bojongpicung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat Desa Sukajaya, BPD, ketua RT dan RW, serta masyarakat setempat bahu-membahu menjinakkan kobaran api.

Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Ciranjang tiba di lokasi. Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.

Pjs Kepala Desa Sukajaya, Diki Afrianto, membenarkan bahwa luas Bukit Pasirkaramat Curugopat sekitar 10 hektare, dan area yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi warga, terutama di tengah musim kemarau dengan ilalang yang kering. Satu puntung rokok atau percikan api kecil dapat dengan mudah berubah menjadi kebakaran besar yang mengancam lingkungan dan keselamatan jiwa.

Masyarakat pun diimbau agar tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di lahan kering.

“Api berhasil dikendalikan, namun kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” pungkas Diki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *