Kadisdikpora Cianjur Tidak Tegas Sikapi Ambruknya Lab Komputer SMP Negeri 3 Tanggeung

Cianjur | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, memberi perintah tim sarana dan prasarana SMP untuk menyelelidiki ambruknya bangunan SMPN 3 Tanggeung.

Hal ini bertujuan untuk memastikan penyebab ambruknya laboratorium komputer yang baru dibangun dua tahun lalu.

Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, setelah adanya laporan masuk dari tim dilapangan, pihaknya akan segera mengajukan perbaikan agar aktivitas proses belajar mengajar (PBM) di SMPN 3 Tanggeung dapat berjalan normal.

“Meski bukan ruang kelas yang ambruk, tapi tetap dibutuhkan untuk memaksimalkan pembelajaran, kami akan segera mengajukan perbaikan di tahun depan agar PBM kembali normal,”katanya, Senin 28/10/2024.

Lebih lanjut Ruhly mengatakan, ambruknya bangunan leb komputer, akibat bencana alam gempa yang kerap melanda Cianjur selama beberapa bulan terakhir, sehingga memicu ambruknya bangunan selain kualitas konstruksi yang tidak maksimal.

Bahkan pihak sekolah kata Kadisdikpora, pihak sekolah telah memindahkan peralatan komputer yang ada di dalam ruangan sejak jauh hari. Mengingat kondisi bagian atap yang mulai turun dan bergelombang. Sehingga tidak ada korban jiwa atau kerugian materi lainnya kecuali gedung yang ambruk.

“Kita tunggu laporan dari tim, nanti akan dilaporkan ke Bupati Cianjur, dengan harapan pembangunan kembali dapat dilakukan di awal tahun,” jelasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 3 Tanggeung Ernawati mengatakan, ambruknya bangunan leb komputer itu terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB, namun baru viral di media sosial pada Minggu 27/10/2024.

Bangunan yang berdiri pada tahun 2022 itu sejak 6 bulan terakhir sudah tidak digunakan, karena pondasi bagian atap bangunan sudah rapuh dan dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu terlebih sudah memasuki musim hujan, sehingga seluruh peralatan di dalamnya dipindahkan ke ruangan lain.

“Kondisi bangunannya sudah rusak dan nyaris ambruk sejak saya pertama kali masuk sebagai kepala sekolah enam bulan lalu, sehingga saya minta seluruh unit komputer di ruangan tersebut dipindahkan dan ruangannya tidak dipergunakan,” jelasnya.

Saat kejadian ambruknya ruangan tersebut, semua murid sudah pulang dan tidak ada kegiatan belajar atau kegiatan ekstrakurikuler karena hari Jumat, namun ambruknya bangunan tersebut tidak mengganggu kegiatan PBM.

“PBM tetap normal karena dari enam ruang kelas tidak ada yang terdampak. Harapan kami bangunan yang ambruk dapat segera dibangun kembali,” pungkasnya.

Kendati pengajuan sudah dilakukan oleh Disdikpora Kabupaten Cianjur untuk kembali dibangun, yang menjadi pertanyaan bagaimana proses dan pengawasan pembangunan gedung yang ambruk tersebut, kemudian seperti apa pertanggungjawaban pihak pembangunan yang sudah jelas merugikan negara atas kelalaian tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Terima kasih Disdikpora .
    Ada kabar burung secepatnya akan di bangun 2 lantai . Itu bentuk kepedulian atw …..???
    Dan tolong sekalian PIP nya di urus sekalian .karena banyak uang hak murid di cek sudah cair ke siswa tidak nyampai .
    Mohon di tindaklanjuti sesegera mungkin