Evakuasi laka lantas truk beko hantam pick-up di Jl Raya Cianjur-Cugenang, Kamis (13/8/2026) pagi.
Cianjur, metropuncak.com | Truk pengangkut alat berat membawa ekskavator bertabrakan dengan sebuah pick-up yang melaju dari arah berlawanan di Jl Raya Cianjur-Cugenang tepatnya di Kampung Cugenang, Desa Cijedil, Cugenang, Cianjur, Kamis (13/8/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut dikabarkan dua nyawa melayanh dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Pagi harinya sejumlah petugas tampak masih berjibaku mengevakuasi truk yang terdampar dan memakan hampir separuh badan jalan, hingga kemacetan panjang pun tak terhindarkan.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa truk bermuatan beko meluncur dari arah Cipanas menuju Cianjur. Di saat bersamaan, sebuah pick-up datang dari arah sebaliknya. Di jalur lurus yang diduga menjadi titik tumbukan, keduanya bertabrakan dengan kekuatan luar biasa.
“Kami masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Namun, jalur ini memang memiliki kontur menurun tajam, dan kami tidak menutup kemungkinan adanya indikasi rem blong dari kendaraan berat,” ujar AKP Aang kepada wartawan, Kamis pagi.
Enam orang menjadi korban dalam peristiwa nahas ini. Dua di antaranya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), dua lainnya mengalami luka parah, dan dua korban lainnya menderita luka ringan.
Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, dan Dinas Kesehatan segera bertindak cepat. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Sayang Cianjur untuk mendapat perawatan intensif, sementara jenazah dua korban sudah dibawa ke ruang visum rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di jalur tersebut mulai berjalan lancar. Petugas fokus mengangkat truk dan beko yang menghalangi jalan. Proses evakuasi diperkirakan berlangsung beberapa jam mengingat bobot muatan alat berat yang cukup besar.
“Kami imbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif. Setelah evakuasi rampung, kami akan melakukan olah TKP menyeluruh guna memastikan penyebab utama kecelakaan,” pungkas AKP Aang.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi seluruh pengguna jalan, khususnya di kawasan Puncak yang dikenal rawan kecelakaan karena medan menurun dan tikungan tajam.
Pengemudi kendaraan berat diingatkan untuk selalu memeriksa kondisi rem dan sistem pengereman sebelum memasuki jalur ekstrem demi keselamatan bersama.














