Jalan Ditutup Tanpa Pemberitahuan Sopir dan Pedagang Cianjur Meradang. (Foto : Lesmanaderi).
Cianjur, metropuncak.com | Senyum sumringah karena jalan mulai diperbaiki, tapi mendadak berubah menjadi geram karena akses mendadak ditutup tanpa kabar! Itulah yang kini dirasakan para sopir dan pedagang di kawasan Baros, Desa Sukataris, Kecamatan Karang Tengah, Cianjur.
Pembangunan jalan rabat beton yang seharusnya disambut gembira justru memicu keluhan pedas. Sebagian besar warga memang mengaku mendukung proyek ini karena akan meningkatkan kualitas infrastruktur. Namun, euforia itu sirna ketika mereka mendapati jalan utama ditutup total selama dua pekan lamanya tanpa ada sosialisasi dari pihak desa.
Akibatnya, para pengguna jalan terpaksa memutar haluan melalui jalur tikus yang sempit dan memakan biaya tambahan. Bukan hanya waktu terbuang, dompet pun ikut terkuras.
Salah satu warga, Ujang, tak kuasa menyembunyikan kekesalannya. “Kalau dari awal ada pengumuman, kami pasti siap-siap. Ini kami tiba-tiba mentok, akhirnya bayar ekstra ke pengatur jalan di setiap ujung alternatif,” keluhnya dengan nada kecewa, Jumat (24/7/2026) pagi.
Meski berterima kasih atas perbaikan jalan, ia juga menyoroti metode pengerjaan yang dianggap kurang bijak.
“Saya dukung pemerintah, tapi kenapa pengecoran harus dilakukan di dua sisi sekaligus? Seharusnya dikerjakan bergantian, satu sisi dulu, biar warga lain nggak ikut-ikutan terhambat. Ini bikin pro-kontra di tengah masyarakat,” sesalnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun kontraktor pelaksana belum memberikan klarifikasi resmi mengenai mekanisme sosialisasi yang dilakukan. Padahal, informasi awal sangat krusial agar masyarakat bisa mengatur aktivitas harian mereka.
Berita ini menyajikan fakta dari sudut pandang warga dan terbuka bagi pihak terkait untuk memberikan tanggapan, sebagai wujud komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik. Kami pun menunggu penjelasan dari pihak desa agar kisruh ini tidak berlarut-larut.











