Darurat Obat Golongan G di Ciranjang: Anak Sekolah Jadi Target, Warga Ancam Turun Tangan. (Foto: Ist).
Cianjur | Kegelisahan membara melanda warga Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Peredaran obat golongan G di wilayah itu bukan lagi rahasia, bahkan dinilai telah merangsek hingga ke lingkungan dunia pendidikan.
Mirisnya lagi, sasaran dari para pengedarnya merupakan anak-anak yang masih berseragam sekolah.
Seorang warga yang enggan disebut identitasnya, meluapkan kekesalannya karen peredaran obat tersebut sangat terbuka.
“Selaku warga, saya merasa resah. Polisi harus bertindak tegas, karena menurut saya ini sudah darurat bisa menghancurkan generasi muda,” ujarnya dengan suara bergetar, Senin (13/4/2026),
Ia mengaku hampir setiap hari melihat anak sekolah membeli obat terlarang itu dengan mudah.
“Pak Polisi, tolong jangan dibiarkan ini berkelanjutan, karena mereka sudah tidak takut lagi,” tegasnya.
Tak hanya warga, seorang aktivis anti-narkoba asal Cianjur ikut menyuarakan kemarahan. Ia menyebut lambannya penanganan aparat justru membuat para pengedar semakin nekat beroperasi di tempat umum tanpa rasa takut.
“Saya minta Kapolres Cianjur bergerak sekarang. Jangan menunggu generasi kita hancur di depan mata. Jika aparat terus tutup mata, jangan salahkan kami. Warga siap turun tangan memberantas mereka sendiri!” ancam aktivis tersebut dengan lantang.
Atas kejanggalan di wilayah tersebut, warga menuntut satu hal tegas dari aparat kepolisian, tindakan nyata, bukan sekadar janji. Sebab, jika dibiarkan, obat golongan G tak hanya meracuni masa depan anak-anak, tetapi juga meluluhlantakkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.












