Bantuan Pangan di Cianjur Diuji Petik, Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran. (Foto : A.G Koesndang).
Cianjur, metropuncak.com | Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog menggelar uji petik penyaluran bantuan pangan beras di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 tersalurkan kepada masyarakat yang berhak sesuai data pemerintah.
Uji petik dihadiri tim Inspektorat Badan Pangan Nasional, perwakilan Perum Bulog, Kepala Desa Ciwalen, Sekretaris Desa, Kepala Seksi Kesejahteraan (Kesra), operator penyaluran bantuan pangan, serta sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Perwakilan Inspektorat Badan Pangan Nasional, Hendrawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses reviu pelaksanaan program bantuan pangan yang disalurkan Perum Bulog dan didanai melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Badan Pangan Nasional.
“Reviu ini dilakukan untuk memastikan bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 2026 telah tersalurkan sesuai alokasi. Hasilnya menjadi bagian dari proses akuntabilitas penyelenggaraan bantuan pangan,” ujar Hendrawan.
Menurutnya, uji petik dilaksanakan secara serentak di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Jawa Barat, kegiatan berlangsung selama sepekan dengan melibatkan sejumlah daerah penerima bantuan pangan.
Hendrawan menjelaskan, penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data pemerintah.
Sementara itu, Perum Bulog bertugas menyalurkan bantuan pangan beras sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
Ia mengakui masih dimungkinkan ditemukan ketidaksesuaian data di lapangan. Namun, setiap temuan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan penyaluran bantuan pada periode berikutnya sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kalau ada ketidaksesuaian di lapangan, itu akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan penyaluran bantuan berikutnya,” katanya.
Hendrawan menambahkan, bertambahnya jumlah penerima bantuan pangan secara nasional dari sekitar 18 juta menjadi 33 juta penerima membuat proses verifikasi dan validasi data menjadi semakin penting. Karena itu, uji petik dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan Perum Bulog benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Melalui kegiatan ini, Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan pangan, sehingga program pemerintah dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.













