Anggota DPRD Cianjur Geram terhadap Kualitas Proyek Saluran Irigasi. (Deri Lesmana).
Cianjur | Kualitas pengerjaan proyek pembangunan Saluran Irigasi Ciherang 1-2 di Desa Cibanggala dan Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Cianjur Selatan, menuai kecaman dari kalangan dewan. Wakil rakyat menyayangkan hasil pekerjaan yang dinilai asal jadi dan tidak mengedepankan kualitas.
Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Igun Hendra Gunawan, mengaku kecewa meskipun secara pengawasan dirinya tidak memiliki kompetensi teknis dalam proyek yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut.
“Sebagai wakil rakyat, saya tetap kecewa. Pihak kontraktor harus bertanggung jawab,” ujar Igun saat ditemui wartawan, Senin (23/2/2026).
Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu juga menegaskan persoalan penggunaan material yang diduga diambil dari lahan Perhutani. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan meskipun material yang diambil dalam skala kecil.
“Itu tidak boleh, itu melanggar hukum. Intinya, aparat penegak hukum yang berkompeten harus mengusut tuntas jika benar terjadi pengambilan material dari lahan Perhutani,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Desa Cibanggala, Mahmud Romli, menyatakan keberatannya atas kualitas pengerjaan proyek tersebut. Ia mengaku sempat mempertanyakan hal ini kepada pihak pengelola proyek. Namun, perwakilan dari kontraktor pelaksana, PT Adi Karya, beralasan bahwa proyek masih dalam tahap pengerjaan dan belum rampung.
“Saya juga pernah menanyakan kepada pihak pengelola proyek. Sebagai penerima manfaat, kami tentu merasa keberatan. Tapi kata perwakilan dari PT Adi Karya, pekerjaan itu belum selesai,” ujar Romli saat dihubungi wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola proyek Irigasi Ciherang 1-2 belum memberikan klarifikasi terkait adanya konstruksi hasil pengerjaan yang dikabarkan ambrol.













