Penemuan jenazah di perairan waduk Cirata Jangari. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengambang di perairan Waduk Jangari, Blok Malingping, Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Sabtu (26/9/2026) pagi. Korban sempat disebut Mr X karena tidak membawa identitas, sebelum akhirnya diketahui berinisial RH (42), warga asal Purwakarta.
Penemuan tersebut diketahui sekitar pukul 06.00 WIB ketika seorang warga bernama Iyang (35), yang sehari-hari berjualan kopi menggunakan perahu dayung, melihat benda menyerupai seseorang mengambang di tengah perairan waduk.
Setelah diperhatikan, benda tersebut ternyata merupakan jasad seorang laki-laki. Warga kemudian membantu menggiring jasad tersebut ke pinggir waduk agar dapat dievakuasi.
Kepala Desa Mande, Nanang Suryana, kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Mande. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.
Kapolsek Mande AKP Eriyanto mengatakan, bersama personel Polsek Mande, Unit Inafis Satreskrim Polres Cianjur, serta dibantu petugas terkait dan masyarakat sekitar, pihaknya melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Cianjur untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi dan visum,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi sekitar 160 sentimeter, berkulit sawo matang, dan berambut hitam.
“Saat ditemukan, korban mengenakan kaus dalam atau singlet berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam,” paparnya.
Karena tidak ada identitasnya, korban disebut Mr X. Namun, dari proses pengecekan identitas, akhirnya korban dapat dikenali berinisial RH (42), warga asal Purwakarta.
Polisi juga mencatat tiga orang sebagai saksi dalam penemuan mayat tersebut, yakni Iyang, Ece, dan Nanang Suryana. Ketiganya telah dimintai keterangan terkait penemuan jasad tersebut.
Dari pemeriksaan fisik secara sepintas di lokasi, petugas belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kendati demikian, kepastian mengenai kondisi dan penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum dari RSUD Cianjur.
“Polisi memastikan proses penanganan dan evakuasi berlangsung aman serta kondusif. Perkembangan hasil pemeriksaan dan identifikasi korban selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan,” tutupnya.








