Dua Anak di Bojongpicung Cianjur Terlantar Usai Ditinggal Kedua Orang Tuanya

Dua Anak di Bojongpicung Cianjur Terlantar Usai Ditinggal Kedua Orangtuanya. (Foto : Sam Apip).

Cianjur | Dua anak laki-laki, M. Rizki Sugandi (16) dan Alpin Surya Praja (7), kini terlantar setelah ditinggalkan oleh kedua orang tua mereka.

Kakak beradik tersebut merupakan anak dari pasangan Hermawan dan Yopi Marlina, warga Kampung Pasirmanyar, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kisah pilu ini bermula ketika sang ibu, Yopi Marlina, memutuskan pergi bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Timur Tengah enam tahun lalu, saat Alpin masih bayi. Selama bekerja di luar negeri, Yopi diketahui tidak pernah mengirimkan uang kepada keluarganya.

Bahkan, pada akhir tahun 2025, komunikasi dengan Yopi terputus. Beredar kabar bahwa ia telah kembali ke Indonesia dan menikah lagi dengan pria lain.

Nasib keluarga ini semakin memprihatinkan pada pertengahan 2024. Sang ayah, Hermawan, juga memilih menikah lagi dengan seorang wanita asal Cianjur Selatan. Ia kemudian menjual rumah tinggal mereka. Akibatnya, Rizki ditinggalkan begitu saja hingga mengalami depresi berat, sementara Alpin sempat dibawa ke Cianjur Selatan.

Dua pekan lalu, seorang wanita misterius mengantarkan Alpin ke rumah adik Hermawan (bibi korban). Saat itu, kondisi fisik Alpin sangat memprihatinkan karena ditemukan sejumlah luka bekas sulutan rokok di pipinya.

“Wanita yang mengantar Alpin bilang, ‘Teteh, ini Alpin. Nanti tolong berikan ke ayahnya, Hermawan. Karena Hermawan sudah lama tidak mengirim nafkah dan sudah hilang kontak’,” ujar Ai Irmawati, bibi korban, menirukan ucapan pengantar tersebut.

Ai mengakui bahwa pihak keluarga sebenarnya kesulitan merawat Alpin karena mereka sendiri memiliki banyak anak kecil yang harus dihidupi. Beruntung, Kepala Desa Hegarmanah, Ajat, turun tangan membantu kebutuhan hidup Alpin dan kakaknya.

“Dua hari lalu Alpin baru saja disunat di Puskesmas Bojongpicung atas bantuan Pak Kades. Tahun ini dia mau masuk sekolah. Untuk makan sehari-hari pun dibantu oleh keluarga Pak Kades,” tambah Ai.

Pihak keluarga berharap Hermawan dan Yopi Marlina tergugah hatinya untuk segera pulang dan mengurus anak-anak kandung mereka yang kini terlantar.

Sementara itu, Kepala Desa Hegarmanah, Ajat (54), membenarkan kondisi memprihatinkan yang dialami kedua anak tersebut. Ia menjelaskan bahwa sang kakak, M. Rizki, kini mengalami gangguan jiwa hingga sering berjalan sendirian dan melempar rumah warga.

“Alpin sekarang dirawat di rumah bibinya dan kami bantu biaya makan serta jajan sehari-hari. Karena sudah berusia 7 tahun, ia akan kami masukkan ke Sekolah Dasar. Kemarin juga sudah disunat di Puskesmas Bojongpicung,” kata Ajat.

Ajat menegaskan pihak desa telah berkoordinasi dengan Forkopimcam Bojongpicung untuk penanganan lebih lanjut. “Biaya sekolah Alpin akan kami upayakan. Sedangkan untuk kakaknya, M. Rizki Sugandi, rencananya akan segera kami evakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Bandung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *