Cari Cuan Biar Untung, Roti Basi Berjamur Ditemukan Menu MBG. (Foto: Ist).
Cianjur | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur kembali mendapat sorotan. Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kencana Mulya, yang berlokasi di Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong, dilaporkan menerima paket makanan yang tidak layak konsumsi. Pasalnya, dalam paket menu yang diberikan, ditemukan roti tawar dalam kondisi basi dan telah ditumbuhi jamur.
Paket menu MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikancana. Kemasan paket tersebut diketahui berisi lauk pauk seperti daging ayam, tempe, tahu, mentimun potong, serta buah apel. Namun, kecurigaan muncul saat para orang tua memeriksa isi paket untuk memastikan kelayakan makanan sebelum diberikan kepada anak-anak mereka.
“Benar, itu paket menu MBG yang diterima anak-anak kami. Informasinya, jatah ini untuk konsumsi tiga hari ke depan,” ujar seorang sumber yang merupakan orang tua siswa, enggan disebutkan identitasnya, kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Temuan ini langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Desa Cintaasih. Kepala Desa Cintaasih, Dedi Kusmara, yang akrab disapa Mang Odeg, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi ini bukanlah hoaks atau isu tidak benar.
“Betul, itu bukan hoaks. Warga kami memang menerima paket menu MBG berisi roti yang sudah basi dan berjamur dari SPPG Cikancana. Ini jelas sangat mengecewakan,” kata Dedi saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026) malam.
Mang Odeg mendesak pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ia bahkan tak segan meminta agar dapur umum SPPG yang bertanggung jawab diberikan sanksi tegas.
“Dapur tersebut harus diberikan peringatan keras. Kalau memang tidak bisa menjaga kualitas, kami minta agar ditutup saja. Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya, kami juga menemukan kasus buah busuk yang dibagikan kepada anak-anak. Intinya, kami minta Pemkab bertindak tegas terhadap pengelola dapur MBG yang lalai dalam menjaga kualitas makanan,” tandasnya.








