Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Campaka, Ade Ridwan, ST,. (Foto : Zenal Mustari).
Cianjur, metropuncak.com | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, tahun 2026 akan digelar secara digital. Dua desa yang menggelar pilkades yakni Desa Margaluyu dan Desa Campaka, dengan jadwal pemungutan suara pada 18 Oktober 2026.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Campaka, Ade Ridwan, ST, mengatakan bahwa di Desa Margaluyu telah ditetapkan dua calon kepala desa, sedangkan di Desa Campaka terdapat lima calon.
“Untuk pelaksanaannya tanggal 18 Oktober, yang mana pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni akan dilakukan secara digital dan sudah diatur oleh Peraturan Gubernur No. 72 untuk memfasilitasi pemilihan secara elektronik walaupun tidak online, tetapi nanti akan ada yang dari kuota,” ujar Ade Ridwan saat ditemui di Kantor Kecamatan Campaka, Senin (14/9/2026).
Ia menyarankan agar penyelenggara menggunakan kuota internet dalam pelaksanaan pilkades digital tersebut. Pasalnya, kondisi geografis desa di wilayah Campaka cukup jauh, sehingga dikhawatirkan jaringan yang kurang memadai dapat mengganggu kelancaran pemilihan.
“Sejauh ini Alhamdulillah masyarakat sedikit-sedikit juga paham, pihak penyelenggara sudah memberikan penjelasan. Kemarin Bapak Bupati sudah melakukan seremonial tentang pelaksanaan Pilkades serentak ini yang dilaksanakan secara digital. Nantinya ada dua aplikasi di sana, ada pra-pilkade. Aplikasinya sudah disiapkan berbentuk tablet, jadi tinggal klik saja siapa calon yang kita pilih,” jelasnya.
Terkait pemilih yang sakit atau lanjut usia (lansia), Ade menyebut akan ada ketentuan khusus yang diarahkan oleh panitia agar tidak terjadi kekosongan suara. Namun, ia menegaskan seluruh pemilih tetap harus datang ke lokasi pemilihan.
“Kalau dulu kan pakai manual, menggunakan paku mencoblos di kertas dengan membawa surat undangan pencoblosan. Nantinya akan diperiksa jarinya apakah sudah mencoblos atau belum, dengan harapan supaya tidak ada pemilih ganda. Nah, untuk sekarang pemilih datang ke lokasi pemilihan untuk melakukan registrasi, yang selanjutnya akan diarahkan ke bilik-bilik suara untuk memilih,” paparnya.
Menyingkapi potensi kendala jaringan, Ade mengaku telah menyarankan agar di Desa Margaluyu yang sebagian wilayahnya masuk kawasan hutan, semua provider dapat terjalin dengan baik. Pihaknya akan mengecek langsung ke lapangan provider mana yang memiliki sinyal terbaik untuk menunjang kelancaran pilkades.
“Untuk Desa Margaluyu kebetulan sudah ditetapkan dan saya sudah menerima surat dari DPMD. Hari Sabtu kemarin juga ada perbaikan terkait persyaratan calon kepala desa. Kemudian untuk DPT memang belum ada laporan, tapi mungkin nanti sama panitia akan ada pemberitahuan,” katanya.
Di akhir keterangannya, Ade Ridwan mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama di Desa Margaluyu dan Desa Campaka, agar menjaga kondusifitas di daerah pemilihan masing-masing.
“Kita junjung tinggi transparansi yang memang dalam pelaksanaannya ditujukan untuk transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Memang di tahun ini banyak efisiensi. Untuk calon, saya titip mari bersama-sama menjaga keamanan dan kondisi di daerahnya masing-masing, supaya pemilihan di dua desa tersebut bisa terlaksana dengan lancar dan sukses,” pungkasnya.













