Ratusan Paket Takjil dan Santunan Yatim Mewarnai Ngabuburit di Cugenang. (Foto: Ali).
Cianjur | Suasana Jalan Raya H. Hambali No. 2, Kampung Sukawarna, Kecamatan Cugenang tepatnya di depan Desa Sarampad, berubah menjadi lebih hangat di sore hari, Senin (16/3/2026). Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang melintas menjelang waktu berbuka, ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara dan umat Muslim yang sedang menanti adzan Maghrib berkumandang.
Kegiatan yang dikemas dalam acara “Buka Bersama dan Berbagi Takjil” ini bukan sekadar aksi sosial biasa. Di balik hidangan ringan untuk membatalkan puasa, terselip pesan kemanusiaan yang mendalam.

Aksi mulia ini merupakan hasil kolaborasi antara BMP, Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Cugenang, 234 SC PC Kecamatan Cugenang, Karang Taruna Kecamatan Cugenang, dan Taqiya House.
Rangkaian acara tidak berhenti pada pembagian takjil. Setelahnya, digelar santunan untuk anak-anak yatim piatu yang dilanjutkan dengan siraman rohani. Momen ini menjadi perekat silaturahmi antar elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan di wilayah Cugenang.
Ketua Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Cugenang, H. Bayu Maulana Pamungkas, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi IV DPRD Cianjur, menyampaikan pesan menyentuh di tengah acara. Ia mengingatkan semua pihak bahwa kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama.
“Belum lama ini, kita semua dikejutkan dengan kejadian pilu di Kecamatan Cugenang. Seorang warga kita yang hidup di bawah garis kemiskinan harus terenggut nyawanya. Ini adalah tamparan keras bagi kita semua,” ujar H. Bayu dengan nada prihatin.
Ia menegaskan bahwa solidaritas yang terbangun antar organisasi harus mampu menjawab persoalan sosial di lingkungan sekitar.
“Dengan eratnya tali silaturahmi ini, mari kita tingkatkan kepedulian. Jangan sampai ada saudara kita yang kelaparan di sekitar kita. Mari kita ringankan beban mereka,” ajaknya kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir.
Sebagai pengingat untuk terus meningkatkan amal di bulan suci, acara ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Yusuf Nur Aditya yang akrab disapa mang mang Acuy, founder Taqiya House.
Kehadiran siraman rohani ini diharapkan mampu menguatkan niat baik seluruh peserta untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Kegiatan di Jalan Raya H. Hambali ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi di bulan Ramadan tidak hanya milik individu, tetapi juga milik bersama.
“Diharapkan, aksi serupa dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turun tangan membantu sesama, sehingga tidak ada lagi warga yang merasa sendirian menghadapi kesulitan,” harap H. Bayu dengan penuh semangat mengajak peserta yang hadir.














