Pentingnya Cek Kelaikan Kendaraan: Rem Blong Diduga Picu Tabrakan Bus dan Truk di Cugenang
Cianjur | Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Kamis 21 Mei 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.
Satu unit bus bernomor polisi F 7669 WA yang mengangkut sekitar 20 penumpang menabrak truk F 8138 WX di jalur tikungan menurun.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penyedia jasa transportasi dan masyarakat akan krusialnya kepatuhan terhadap standar keselamatan jalan raya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi aman berkat respons cepat petugas lapangan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ahmad Prio Gunawan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga.
“Alhamdulillah, upaya penanganan kecelakaan termasuk evakuasi sudah dilakukan. Korban penumpang pertama sudah kami evakuasi ke Puskesmas Cijedil, sisanya kami bawa ke Mapolres Cianjur,” ujar Ipda Prio di lokasi kejadian.
Sebanyak 5 orang penumpang mendapatkan perawatan lebih intensif di puskesmas karena membutuhkan alat bantu penyangga leher.
Sementara itu, penumpang lainnya dievakuasi ke Mapolres Cianjur menggunakan 3 unit ambulans dengan pengawalan personel kepolisian.
Berdasarkan temuan awal di lokasi, bus sedang melaju dari arah Cipanas menuju Cianjur.
Saat melintasi tikungan menurun yang berbelok ke kiri, bus mencoba menghindari truk di depannya. Namun, sistem pengereman bus diduga tidak berfungsi dengan baik (rem blong), sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa investigasi teknis mendalam masih terus dilakukan.
Kecelakaan ini memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya mendengarkan intuisi keselamatan dan hak penumpang untuk menolak kendaraan yang bermasalah.
Wiwin, salah satu penumpang asal Kampung Cijati, Kadupandak, menceritakan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terasa sebelum kecelakaan terjadi.
“Awalnya mobil berhenti dulu di Puncak Cipanas. Waktu itu mobil sudah tidak stabil. Kami para penumpang sebenarnya ingin ganti mobil, tapi sopir malah melanjutkan perjalanan,” kata Wiwin.
Saat kendaraan terus melaju di turunan, rem mendadak blong. Bus sempat hilang kendali sebelum akhirnya menabrak truk dan tertahan di pinggir tebing.
Kasus ini menjadi evaluasi bersama bahwa aspek kelaikan kendaraan (ramp check) tidak boleh diabaikan oleh kru bus demi mengejar waktu.
Di sisi lain, penumpang juga diimbau untuk berani bersuara atau meminta turun jika merasakan kejanggalan teknis pada kendaraan yang mereka tumpangi demi mencegah fatalitas di jalan raya.













