Oknum Palsukan Kepala Dinas Tipu Petani Cianjur dengan Modus Bantuan Alsintan. (Foto: Kantor Distanhortbun).
Cianjur | Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhortbun) Kabupaten Cianjur mengeluarkan peringatan dan klarifikasi keras terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan dinas dan pimpinannya. Oknum tidak bertanggung jawab diduga menawarkan program bantuan pertanian atau alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan meminta sejumlah uang kepada masyarakat, khususnya petani.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kepala Distanhorbun Kabupaten Cianjur, Drs. Ahmad Danial, M.Si., dan telah disebarkan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Cianjur pada Selasa, (22/1/2026).
Dalam surat edaran tersebut, Danial menyampaikan, munculnya oknum-oknum yang mengaku sebagai dirinya atau mewakili dinas dengan modus menawarkan bantuan program pertanian, sekaligus meminta sejumlah uang untuk percepatan atau pengurusan bantuan.
“Kami tegaskan bahwa seluruh program bantuan, baik yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun,” tegas Danial dalam surat edarannya, seperti dikutip.
Dinas menegaskan, apabila ada pihak atau oknum yang meminta uang, imbalan, atau pungutan lain dengan dalih apa pun terkait bantuan pertanian, maka dapat dipastikan itu adalah tindakan penipuan. Seluruh informasi resmi program hanya disalurkan melalui mekanisme dan saluran resmi, baik tertulis maupun koordinasi kedinasan yang sah.
Untuk mengantisipasi dan mencegah korban yang lebih luas, Distanhorbun meminta Para Camat dan Kepala Desa untuk:
1. Menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh perangkat desa, kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan masyarakat.
2. Meningkatkan kewaspadaan serta tidak melayani permintaan apa pun dari pihak yang mengatasnamakan Dinas tanpa dasar resmi yang jelas.
3. Segera melaporkan kepada Distanhorbun Kabupaten Cianjur atau aparat berwenang (kepolisian) jika menemukan indikasi penipuan serupa.
Surat edaran ini diharapkan dapat menjadi peringatan dini bagi seluruh stakeholder pertanian di Cianjur agar tidak mudah tergiur oleh tawaran bantuan yang tidak jelas asal-usulnya dan selalu memastikan informasi berasal dari saluran resmi pemerintah.











