Lonjakan Kasus di Bojongpicung: Puluhan Warga Diduga Terjangkit Chikungunya
Cianjur | Sebanyak 40 warga Kampung Cibiuk RT 02/09, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga kuat terjangkit virus Chikungunya.
Dugaan ini muncul setelah puluhan warga mengalami gejala khas penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Informasi yang dihimpun, gejala awal yang dirasakan warga meliputi demam tinggi, nyeri hebat pada persendian hingga terasa kaku dan sulit berjalan.
Awalnya, warga mengira hanya beberapa orang yang mengalami keluhan serupa, namun kemudian diketahui bahwa banyak tetangga mereka yang merasakan hal yang sama.
Salah seorang warga yang diduga terjangkit Chikungunya menuturkan bahwa dirinya bersama warga lainnya segera memeriksakan diri ke Puskesmas Bojongpicung.
“Saat pemeriksaan, petugas medis Puskesmas menduga kuat kami terserang virus Chikungunya,” ujarnya.
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Sukaratu, Aliundin, membenarkan adanya kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa laporan awal diterima pada Sabtu, 05/04/2025.
“Saat itu, kami bersama Forkompincam Bojongpicung, Kepala Puskesmas, dan Bidan Desa Sukaratu langsung turun ke Kampung Cibiuk untuk memeriksa dan memberikan penanganan awal kepada seluruh warga yang terdampak,” katanya membenarkan.
Lebih lanjut, Aliundin mengatakan bahwa pada pagi berikutnya, tim dari Puskesmas, Bidan Desa, dan Kepala Desa Sukaratu kembali melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengambil sampel darah dari beberapa warga yang menunjukkan gejala suspek Chikungunya.
Kepala Puskesmas Bojongpicung, didampingi Bidan Desa Sukaratu Heni Supenti dan Didah Ilfi Oktora, mengkonfirmasi adanya dugaan kuat penyebaran Chikungunya di Desa Sukaratu.
“Benar, kami menerima laporan dari Pemerintah Desa Sukaratu dan banyak warga yang datang ke desa maupun Puskesmas. Setelah kami lakukan pengecekan di lokasi, terdata 38 orang yang terdampak pada awalnya, dan kini jumlahnya bertambah menjadi 40 orang,” ungkap Kepala Puskesmas.
Pihak Puskesmas telah mengambil sampel darah dari warga yang terindikasi untuk diuji di laboratorium kesehatan. Hasilnya saat ini masih ditunggu.
Sementara itu, pemantauan dan pemeriksaan terhadap seluruh warga yang terdampak terus dilakukan. Data terkait kasus ini juga telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dan RSUD Cianjur, disertai permohonan fogging (pengasapan) untuk memutus rantai penyebaran penyakit.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan setiap hari. Kami juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan di dalam rumah masing-masing. Seluruh data sudah kami laporkan ke Dinas Kesehatan dan RSUD Cianjur, serta kami memohon bantuan fogging,” pungkas Kepala Puskesmas Bojongpicung.***













