Lokakarya Mini di Puskesmas Campaka Bahas Capaian Kesehatan dan Isu Nasional

Lokakarya Mini di Puskesmas Campaka Bahas Capaian Kesehatan dan Isu Nasional. (Foto: Zenal Mustari).

Cianjur | Aula UPTD Puskesmas Campaka menjadi tempat pelaksanaan lokakarya mini pembahasan pencapaian program kesehatan, di bawah kepemimpinan Nurtansah, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini mengundang berbagai lintas sektor terkait di bidang kesehatan.

Dokter Tito selaku narasumber menyampaikan bahwa lokakarya mini tahun 2026 ini bertujuan membahas pencapaian program dan rencana kerja tahun 2026, serta mengkaji isu-isu nasional seperti campak dan CKG (Catin, Calon Pengantin, dan Keluarga).

“Itu mungkin fokus utama dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Mengenai capaian tahun 2025, sesuai standar pelayanan masyarakat bidang kesehatan, masih terdapat sejumlah indikator yang belum mencapai target. Salah satu penyebab utama adalah tingkat kehadiran masyarakat dalam proses pelayanan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

“Ini menjadi poin penting di lokakarya mini dan membutuhkan keterlibatan lintas sektor dalam menghadirkan masyarakat pada pelayanan tahun 2026,” jelas dr. Tito.

Selama ini, berbagai pihak termasuk aparat desa telah berupaya menggiring masyarakat untuk hadir. Namun, masih ada kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan sehingga masyarakat tidak dapat hadir.

“Target selanjutnya, selain komitmen lintas sektor, kita juga harus berkomitmen untuk ‘menjemput bola’ supaya bisa meningkatkan pencapaian,” tambahnya.

Kasus Stunting di Campaka di Bawah Rata-rata Kabupaten

Disinggung soal kasus stunting, dr. Tito memaparkan bahwa angka stunting di Kecamatan Campaka berada di 1 koma sekian persen. Sementara di tingkat kabupaten, angka tersebut mencapai 3 koma sekian persen.

“Artinya kita masih di bawah angka kabupaten secara umum. Mudah-mudahan tidak ada kasus baru, jadi zero stunting. Sehingga untuk kasus lama setelah di atas lima tahun, hasil penimbangan tidak ada lagi kasus baru yang menjadi penambahan,” harapnya.

Program MBG Dorong Peningkatan Status Gizi

Keberadaan program MBG (Makanan Bergizi Gratis) dinilai dapat mendongkrak peningkatan nilai gizi bagi sasaran.

“Sasaran MBG B3 juga menjadi sasaran, dan ini bisa meningkatkan status gizi mereka,” ujar dr. Tito.

Ia mengimbau bahwa program nasional ini sangat baik untuk merealisasikan zero stunting.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya yang lebih baik dan antusias. Terutama sasaran MBG B3 ini adalah kolaborasi dengan Program Perbaikan Pangan dan Gizi dan posyandu-posyandu. Kehadiran di posyandu itu sangat penting, dan MBG itu sesuai dengan kebutuhannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *