Prosesi pemakaman jenazah almarhumah Aisah (51) seorang PMI Warga Kampung Bukaan, Desa Majalaya, Cikalongkulon yang meninggal di Riyad Arab Saudi. (Poto: Rhamdani).
Cianjur | Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Aisah (51) Warga Kampung Bukaan, Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (12/5/2025) tiba di rumah duka sekira pukul 12.30 WIB.
Sesampainya ke kampung halaman, jenazah disambut isak tangis pihak keluarga dan kerabatnya.
Berdasarkan pantauan dilapangan, tampak hadir kepala dusun 5, Babinsa Desa Majalaya, Ketua RT 02, Ketua RW 07, serta masyarakat dan tokoh agama menyambut kedatangan jenazah.
Menurut informasi, almarhumah Aisah bekerja di Riyad Arab Saudi, dan mengalami sakit diduga menderita darah tinggi dan sempat di operasi juga, selama 6 bulan itu koma, hingga akhirnya meninggal dunia disana.
“Selama sakit di Riyad, almarhumah Aisah dibiayai majikannya bernama Babah Ahmad, bahkan setelah meninggal pun biaya pemulangan dari Arab Saudi ke Indonesia majikannyalah yang bertanggungjawab,” terang pihak keluarga almarhumah Aisah kepada wartawan.
Ia juga mengatakan, setiap bulan keluarga almarhumah di Indonesia selalu dikirim oleh majikannya (Babah Ahmad).
“Alhamdulillah keluarga almarhumah disini setiap bulan ada buat suami sama anaknya dari majikannya,” kata dia.
Setelah mendapati informasi Aisah meninggal dunia dan jenazah sudah ada di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, ia bersama pihak keluarga, adik dan suami almarhumah bergegas menjemput jenazah ke Bandara.
“Saya berempat menjemput jenazah almarhumah Aisah ke Bandara Soekarno Hatta sekitar 23.00 WIB, memang dari pihak sponsor juga ada yang datang, tetapi dalam perjalanan berpisah di jalan tol Jagorawi menghilang bagai di telan bumi, setelah itu saya tidak tahu dia kemana dan tanpa berpikir panjang kami pulang ke rumah duka 12.30 WIB,” ujarnya.
Menyikapi prilaku sponsor yang menghilang dalam perjalanan saat penjemputan, jelas membuat pihak keluarga keheranan kenapa bisa seperti itu.
“Yang membuat saya heran kenapa sesampainya di rumah duka, pihak sponsor tidak ada hingga terkesan membiarkannya begitu saja, padahal seharusnya pihak sponsor bisa memberikan penjelasan untuk mempertanggungjawabkan keberangkatan dan kepulangan almarhum saudara saya,” tandasnya.***











