Kepala SDN Nyalindung 1 Minta Maaf, Ungkap Penyimpangan Dana PIP oleh Pengelola Lama. (Foto: Ali).
Cianjur – Kepala Sekolah SDN Nyalindung 1, Ai Tuti Rosyanti, secara terbuka meminta maaf kepada orang tua siswa atas keterlambatan dan ketidaksesuaian penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2023. Permintaan maaf ini disampaikan setelah ditemukannya indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh pengelola dana PIP sebelumnya.
Dalam keterangannya, Ai Tuti menjelaskan bahwa untuk periode 2021-2022, penanganan dana PIP telah diserahkan kepada Dinas Pendidikan untuk diselesaikan dengan pengelola lama saudara Wahyudi, karena periode tersebut terjadi sebelum masa jabatannya.
“Untuk tahun 2021-2022, saya serahkan ke Dinas Pendidikan untuk diselesaikan dengan Pak Wahyudi, karena itu masih tanggung jawab beliau,” ujar Ai Tuti.
Berita Terkait:
Masalah utama terungkap pada dana PIP tahun 2023, ia mengaku hanya menerima data 58 penerima manfaat dari Wahyudi, padahal setelah pengecekan ulang, jumlah penerima sebenarnya mencapai 166 siswa.
“Awalnya saya percaya saja dengan data 58 orang dari Pak Wahyudi. Setelah beliau pindah, saya cek ulang dan ternyata ada 166 penerima yang seharusnya,” tuturnya.
Ia menduga dana PIP tahun 2023 dipecah menjadi tiga bagian, di mana hanya satu bagian yang diserahkan kepadanya, sementara dua bagian lain ditangani secara tidak transparan oleh pengelola lama.
Dengan penuh penyesalan, Ai Tuti menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada orangtua siswa.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini, atas ketidaknyamanan ini, atas kelalaian saya dalam pengawasan. Ini jelas kesalahan saya karena terlalu percaya kepada rekan kerja sehingga kepercayaan itu dimanfaatkan,” ungkapnya.
Ia berkomitmen akan menanggung jawab masalah ini dengan memastikan hak seluruh 166 siswa penerima PIP tahun 2023 dipenuhi.
“Untuk PIP 2023, Insyaallah sudah beres dan akan dikembalikan ke hak masing-masing siswa secara utuh. Karena ini uang warga, saya yang akan tanggung jawab,” tegasnya.
Kepala sekolah menyayangkan bahwa karakter pengelola lama tersebut sepertinya sudah diketahui berbagai pihak, namun tidak ada yang memberikan peringatan kepadanya.
“Saya menyayangkan mengapa orang-orang yang tahu karakter Pak Wahyudi tidak memberi tahu saya sebelumnya. Makanya saya percaya begitu saja,” keluhnya.
Ai Tuti mengapresiasi respons positif orangtua siswa yang telah memaafkan dan memberikan dukungan. Menurutnya, banyak orangtua yang memahami bahwa kejadian ini bukan ulahnya, dan mereka telah menyampaikan dukungan.
Untuk penyelesaian dana PIP tahun-tahun sebelumnya, ia menegaskan bahwa itu menjadi tanggung jawab Wahyudi bersama Dinas Pendidikan. Sementara untuk masa depan, ia berjanji akan meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ke depan, saya akan lebih ketat dalam pengawasan sehingga program bantuan sosial seperti PIP benar-benar sampai kepada yang berhak,” pungkasnya.














