Cianjur | Kakek salah seorang pasien mengaku kecewa atas pelayanan salah satu Rumah Sakit swasta di Kabupaten Cianjur.
Menurut informasi, Mahono kakek dari pasien atas nama Nadin Azkia, pada tanggal 30 Juni 2024 kemarin, cucunya mengalami sakit panas sudah 2 hari.
Melihat kondisinya tak kunjung membaik, sekira pukul 02.00 WIB, orangtua Nadin membawanya ke RS swasta tersebut.
“Cucu saya dibawa ke RS swasta tersebut dengan kondisi sangat panas, karena di rumah juga sudah panas selama dua hari. Nah pagi itu, dibawalah ke salah satu RS swasta awalnya memang diterima masuk UGD dan diperiksa karena ada dr jaga,” kata Mahono, Senin 01/07/2024.
Masih dikatakan Mahono, salah satu dokter jaga sudah menerima dan memeriksa cucunya itu, tapi sangat disangat disayangkan pelayanannya kurang mengenakkan hingga akhirnya mengecewakan keluarga pasien dengan bahasa yang kurang etis menurutnya.
“Kepada keluarga saya bahasanya kurang etis dengan menampakkan wajah yang judes, kemudian ada bahasa sudah dibawa ke dokter belum, harusnya dibawa ke dokter dulu katanya, ibaratnya harus kejang-kejang dulu baru dibawa ke rumah sakit bisa dirawat,” ujarnya menyampaikan perkataan petugas piket di RS swasta itu.
Menurutnya, anak-anak masih balita dalam keadaan panas dibawa ke RS itu wajar. Pihak keluarga meminta ditangani dan dilayani pelayanan kesehatannya.
“Cucu saya ini malah diminta kejang-kejang dulu baru bisa dirawat. Bahkan dibilangnya ruangan penuh padahal waktu saya kroscek ruangan itu banyak yang kosong dan jelas membuat saya dan keluarga kecewa,” tuturnya mengungkapkan.
Mendapati pelayanan seperti itu, jelas keluarga Nadin Azmia kecewa atas pelayanan RS yang kurang bagus itu. Padahal pihak keluarga meminta agar di rawat dan di obati, namun yang terjadi malah penolakan yang akhirnya dibawa pulang ke rumah.
Kekesalan Mahono tak berhenti sampai disitu, sesampainya di rumah cucu kesayangannya itu malah kejang-kejang dan dibawalah ke RSUD Sayang Cianjur.
“Pagi itu juga cucu saya dibawa ke RSUD Sayang Cianjur, diterima dan langsung ditangani bahkan hingga saat ini masih dirawat disana,” katanya.
Terakhir Mahono menyampaikan, jangan sampai terjadi kepada keluarga-keluarga pasien yang lain. Dirinya memohon kepada Pemkab Cianjur agar menindak lanjuti kejadian tersebut.
“Saya memohon kepada Bupati Cianjur Herman Suherman tolong perhatikan RS swasta tersebut, jangan sampai keluarga pasien kecewa dengan pelayanannya,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam menyikapi adanya curhatan keluarga pasien tersebut, pihak RSDH Cianjur, Lesi, mengatakan pihak rumah sakit saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Kami sedang menelusuri kejadian tersebut,” jawabannya singkat.***













