Jumlah KPM Desa Gasol Meningkat Derastis, Banpang Melimpah

Jumlah KPM Desa Gasol Meningkat Derastis, Banpang Melimpah. (Foto: Ali).

Cianjur | Pemerintah Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, mencatat peningkatan signifikan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bantuan pangan (banpang). Berdasarkan data terbaru, kini terdapat 1.648 KPM, naik drastis dari sebelumnya hanya sekitar 600 lebih KPM.

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Gasol, Suci Sintiawati, mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan tersebut.

“Alhamdulillah meningkat dan ini sangat membantu untuk masyarakat, soalnya bertambah juga untuk KPM-nya, jadi sangat membantu,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pendistribusian bantuan di kantor Desa Gasol, Selasa (14/4/2026).

Suci menjelaskan, bantuan yang disalurkan untuk periode Februari dan Maret 2026 terdiri dari beras seberat 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter per KPM.

Dengan jumlah penerima yang mencapai lebih dari seribu orang, pemerintah desa menyiapkan mekanisme khusus agar tidak terjadi penumpukan KPM.

“Untuk penyaluran di desa kami, membuat jadwal per Rukun Warga (RW) agar tidak berdesak-desakan,” kata Suci.

Perhatian khusus juga diberikan kepada para lansia yang tidak memungkinkan datang ke kantor desa.

“Karena banyak lansia juga yang mendapatkan bantuan cadangan pangan ini. Mekanismenya, apabila ada lansia yang tidak bisa datang ke kantor desa, kami langsung mengantarkan ke rumahnya,” jelasnya.

Suci juga menyampaikan imbauan kepada warga yang belum kebagian bantuan agar tetap bersabar.

“Kami pun sedang mengajukan. Dimohon untuk tidak berkecil hati karena di desa kami juga sedang mengusahakan untuk pengajuan lagi,” tuturnya.

Ia memastikan bahwa peningkatan jumlah KPM merupakan hasil pendataan yang telah diverifikasi.

“Bertambahnya jumlah KPM ini kebanyakan dari hasil pendataan dan itu diverifikasi hasil verifikasi,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Suci menyampaikan harapan yang agak unik namun menggambarkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya untuk masyarakat, inginnya berkurang untuk bantuan ini. Soalnya kalau misalkan bertambah, jadi zona merah untuk kemiskinannya bertingkat. Semoga untuk masyarakat bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat bersama,” pungkasnya seraya tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama