Jembatan Gantung di Cianjur Terputus Akibat Banjir Bandang, Ini Kata BPBD Cianjur. (Foto: Net).
Cianjur | Satu unit jembatan gantung di Kampung Pagermaneuh RT 02/01, Desa Pagermaneuh, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, mengalami kerusakan berat (terputus) pasca bencana banjir Sungai Cibuni.
Kepala Bidang (Kabid) BPBD Kabupaten Cianjur, Nurzen, mengatakan kronologinya, saat itu daerah tersebut diguyur hujan lebat sehingga Sungai Cibuni meluap. Jembatan gantung itu akhirnya roboh karena terus terkikis derasnya air.
“Akhirnya roboh tergerus banjir bandang,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/11/2025).
Lebih lanjut, Nurzen menginformasikan jembatan gantung tersebut merupakan penghubung antar Desa Pagermaneuh, Karangtengah, dan Rawagede di Kecamatan Tanggeung.
“Selain itu, jembatan ini juga merupakan akses terusan ke Kecamatan Kadupandak,” ujarnya.
Sebagai upaya penanggulangan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Perkimtan) Kabupaten Cianjur, Pemerintah Kecamatan Tanggeung, dan Kepala Desa Pagermaneuh untuk melakukan pendataan dampak kejadian serta dokumentasi.
“Masyarakat dihimbau agar waspada saat musim hujan,” papar Nurzen.
Ia menekankan bahwa bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerusakan pada jembatan penghubung antardesa tersebut.
“Akses jalur terusan ke Kecamatan Kadupandak juga terputus,” kata Nurzen.
Dampak lainnya, kegiatan belajar mengajar di SMK Tunas Kencana dan SMP 2 Tanggeung menjadi terganggu. Pasalnya, akses jalur satu-satunya yang terdekat ke sekolah tersebut adalah melalui jembatan gantung yang putus.
“Menurut informasi kades, untuk sementara akan diadakan pembelajaran daring,” ucap Nurzen.
Ia menambahkan, perlu adanya penanganan segera serta kajian teknis dari Dinas Perkimtan Kabupaten Cianjur, mengingat pentingnya fungsi jembatan tersebut bagi warga Desa Pagermaneuh.
“Jembatan gantung ini terakhir diperbaiki pada 8 November 2022,” pungkasnya.














