Haru! Kapolres Cianjur Pimpin Langsung Pembangunan Rumah untuk Nenek Encih yang Hidup Sebatang Kara di Gubuk Rengat

Haru! Kapolres Cianjur Pimpin Langsung Pembangunan Rumah untuk Nenek Encih yang Hidup Sebatang Kara di Gubuk Rengat. (Foto: Ist). 

CIANJUR – Di balik seragam dinasnya yang tegas, tersimpan hati yang lembut untuk rakyat kecil. Itulah yang ditunjukkan Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi saat menyambangi kediaman Nenek Encih, seorang lansia yang hidup sendirian di gubuk reyot di Kampung Maga, Desa Pasirbaru, Kecamatan Pagelaran, Minggu (22/2/2026).

Tanpa sungkan, orang nomor satu di jajaran Polres Cianjur itu memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk Nenek Encih. Bukan sekada seremoni, kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap warga lanjut usia yang terpinggirkan dan hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Selain pembangunan rumah, Polri juga memberikan santunan harian, paket sembako, serta perlengkapan tidur seperti kasur, bantal, dan sprei.

 

Momen haru pun mewarnai kunjungan tersebut. Nenek Encih tampak tak kuasa menahan haru ketika para perwira polisi bergantian menyapa dan memberikan tali asih. Di usianya yang senja, ia selama ini harus bertahan hidup seorang diri di rumah yang hampir roboh, jauh dari kata layak.

Kapolres Alexander tak hanya datang dengan simbolis. Pria berpangkat melati dua itu memastikan bahwa Polri akan hadir penuh hingga rumah Nenek Encih benar-benar layak huni.

“Kami siap memberikan bantuan penuh untuk pembangunan rumah yang layak huni bagi Nenek Encih. Saya juga minta kepada Kapolsek Pagelaran, Kepala Desa, dan Ketua RW untuk terus memantau kebutuhan beliau, mulai dari makan sehari-hari, listrik, hingga kebutuhan mendesak lainnya,” tegas Kapolres di hadapan warga yang turut hadir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirbinmas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Wadi Sa’bani, jajaran Polres Cianjur, personel Polsek Pagelaran, unsur Koramil, serta perangkat desa setempat. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membantu sesama.

Dirbinmas Polda Jabar pun menyempatkan diri menyemangati Nenek Encih. “Ibu harus tetap semangat. Kami semua di sini hadir untuk Ibu. Kepada keluarga dan warga sekitar, mari kita jaga dan perhatikan Ibu bersama-sama,” pesannya penuh kehangatan.

Selama proses pembangunan berlangsung, pihak desa dan warga telah disiapkan untuk menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi Nenek Encih. Tak hanya rumah, Polri juga memberikan santunan harian, paket sembako, serta perlengkapan tidur seperti kasur, bantal, dan sprei.

Pembangunan rumah ini akan melibatkan Polsek dan Bhabinkamtibmas sebagai pelaksana utama, bahu-membahu dengan warga dalam semangat gotong royong. Sebuah bukti bahwa di tengah kesibukan tugas, Polri tak pernah lupa pada mereka yang lemah dan membutuhkan.

Kisah Nenek Encih hari ini bukan sekadar berita, melainkan pengingat bahwa kemanusiaan adalah tugas kita bersama. Dan untuk Nenek Encih, mimpinya memiliki rumah layak huni di usia senja, kini mulai menjadi nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *