Harga Cabe Rawit Alami Lonjakan Signifikan Menjelang Ramadhan. (Foto: Ilustrasi).
Cianjur | Memasuki Jumat terakhir sebelum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, fluktuasi harga komoditas sayuran di Sentra Hortikultura Cipanas, Cianjur, terpantau cukup tajam.
Berdasarkan pantauan langsung di tingkat produsen dan pedagang pengumpul hari ini, harga cabai rawit merah mengalami lonjakan signifikan, sementara komoditas seperti wortel dan waluh siam justru dibanderol dengan harga sangat murah.
Para petani dan pengepul di kawasan yang dikenal sebagai lumbung sayur Jawa Barat ini melaporkan, harga Cabai Rawit Merah tembus di angka Rp 90.000 per kilogram untuk kualitas super di tingkat eceran, atau naik sekitar 15 persen dibanding pekan lalu. Sementara itu, Cabai Rawit Hijau juga ikut merangkak naik ke level Rp 65.000 per kg.
“Stok mulai menipis karena cuaca ekstrem beberapa minggu terakhir. Banyak buah yang busuk sebelum panen, jadi pasokan ke Cipanas turun drastis,” ujar Asep (45), salah seorang pengepul di Pasar Induk Cipanas, Jumat (12/2/2026).
Namun, situasi berbeda terjadi pada komoditas umbi-umbian dan sayuran dataran tinggi. Wortel misalnya, di tingkat peten hanya dihargai Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram. Bahkan Waluh Siam (labu siam) dijual dengan harga fantastis murah, yakni Rp 1.000 per biji untuk ukuran besar.
“Harga wortel anjlok karena panen raya di daerah Pacet dan Cipanas bersamaan. Ini sebenarnya berkah buat konsumen menjelang puasa, tapi petani kelimpungan menutup biaya produksi,” jelas Yeti seorang petani.
Daftar Harga di Tingkat Produsen dan Eceran (Jumat, 12/02/2026):
CB Rawit Merah Rp 65.000 – Rp 90.000
CB Rawit Hijau Rp 40.000 – Rp 65.000
CB Merah Keriting Rp 24.000 – Rp 48.000
CB Merah Besar Rp 20.000 – Rp 42.000
Tomat Rp 4.000 – Rp 10.000
Bawang Daun Rp 3.000 – Rp 8.000
Wortel Rp 1.500 – Rp 6.000
Kol Gepeng Rp 3.700 – Rp 11.000
Seledri Rp 5.000 – Rp 11.000
Caisim Rp 4.000 – Rp 10.000
Buncis Rp 12.000 – Rp 20.000
Waluh Siam Rp 1.000 – Rp 3.000 (per biji).
Sementara untuk komoditas lain seperti kol dan tomat, ia memperkirakan harga akan stabil karena pasokan dari luar daerah mulai berdatangan.
Siti (52) ibu rumah tangga yang ditemui di pasar tampak mulai melakukan pembelian stok bahan pokok, meski masih dalam jumlah terbatas.
“Saya beli wortel banyak, lumayan murah. Cabai mahal, jadi nanti pakai cabai kering saja dulu,” katanya.














