Harapkan Masyarakat Sejahtera Selain Banpang, Pemdes Sukamanah Rintis Lumbung Pangan

Harapkan Masyarakat Sejahtera Selain Banpang, Pemdes Sukamanah Rintis Lumbung Pangan. (Foto: Ist).

Cianjur | Senyum merekah dan suara syukur menggema di Aula Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Jumat (10/4/2026) pagi. Bukan tanpa sebab, sebanyak 1.399 Kepala Keluarga (KK) secara serempak menerima bantuan pangan bersubsidi langsung dari Kementerian Ketahanan Pangan Republik Indonesia.

Bantuan yang disalurkan dengan tertib dan penuh antusiasme ini bukan sekadar sembako biasa. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) membawa pulang 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur selama dua bulan, yakni periode Februari dan Maret 2026.

Di tengah harga bahan pokok yang masih melambung tinggi, bantuan ini bagaikan oase di tengah padang tandus.

Kepala Desa Sukamanah, Indra Surya Pradana, yang turun langsung memantau distribusi, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata kehadiran negara melindungi warganya yang paling terdampak kondisi ekonomi pasca pemulihan nasional.

“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini tiba tepat sasaran. Dari 1.399 KK, seluruhnya telah terdata dalam sistem terintegrasi. Hari ini, warga tidak hanya menerima beras dan minyak, tetapi juga kepastian bahwa negara hadir di tengah kesulitan mereka,” ujar Indra dengan mata berbinar.

Ia menambahkan, kebijakan menyalurkan bantuan untuk dua bulan sekaligus merupakan langkah strategis. Selain menekan frekuensi distribusi, cara ini memberi ruang bagi keluarga untuk mengelola cadangan pangan rumah tangga tanpa perlu bolak-balik ke pasar dengan harga yang fluktuatif.

Masih dilokasi yang sama, Hadi Suherlan, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Sukamanah, memberikan perhitungan sederhana namun mengedukasi. Dalam dua bulan terakhir, harga minyak goreng kemasan sederhana di pasaran sempat menyentuh Rp22.000 per liter.

“Dengan bantuan 4 liter per KK, satu keluarga bisa menghemat hampir Rp90.000 untuk kebutuhan dua bulan. Itu uang yang bisa dialihkan untuk membeli sayur, lauk, atau keperluan anak sekolah,” jelas Hadi.

Ia juga memastikan proses pendataan berjalan transparan dengan memadukan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan hasil musyawarah desa. “Hasilnya, tidak ada warga yang berhak terlewat, dan tidak ada yang tidak berhak justru menerima,”tutupnya.

Salah satu penerima manfaat, Ikah (60), warga Kampung Kedunghilir, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

“Biasa beli beras 20 kg itu habis sampai Rp160.000, minyak goreng juga mahal. Sekarang alhamdulillah, uangnya bisa buat belanja sayur dan keperluan lain. Senang sekali, apalagi dikasih untuk dua bulan langsung,” ujar Ikah sambil tersenyum tipis namun syahdu.

Pemerintah Desa Sukamanah tidak berhenti di sini. Indra Surya Pradana menegaskan bahwa bantuan serupa untuk periode April-Mei 2026 sudah dalam jadwal, dengan evaluasi berkala terhadap harga pokok dan kebutuhan riil masyarakat.

Lebih dari itu, desa sedang mengusulkan program penguatan lumbung pangan desa dan pelatihan pengolahan pangan lokal.

“Ketergantungan terhadap bantuan harus berangsur dikurangi. Tapi selama tekanan ekonomi masih ada, bantuan sosial seperti ini adalah jaring pengaman yang sangat dibutuhkan. Ini bukan membuat orang malas, ini membuat orang tetap bisa makan hari ini sambil belajar bertahan di masa depan,” pungkas Indra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *