Geger “Voice Note Pungli” Rp 100 Ribu, Warga Cibeber Cemas dan Menuntut Kejelasan

Geger “Voice Note Pungli” Rp 100 Ribu, Warga Cibeber Cemas dan Menuntut Kejelasan. (Foto: Ramdani). 

Cianjur | Kecamatan Cibeber digegerkan oleh sebuah pesan suara (voice note) yang diduga meminta pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan (BLTSKesra). Rekaman itu memicu kecemasan dan kemarahan warga, yang menuntut transparansi dan tindakan tegas dari pihak berwenang.

Rekaman yang beredar luas di grup-grup percakapan warga itu berisi suara seorang pria yang meminta para Ketua RT untuk mengarahkan penerima BLTSKesra menyisihkan Rp 100 ribu per Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Alasan yang dipakai adalah “dana sosial untuk warga yang dirawat di rumah sakit”.

“Saya dapat info itu dari grup RT. Rasanya was-was, jangan-jangan bantuan yang seharusnya utuh buat beli kebutuhan pokok malah dipotong,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mencerminkan kegelisahan yang meluas.

Kekhawatiran ini semakin menjadi karena dalam rekaman tersebut terdengar imbauan agar permintaan uang ini “dibungkus” dengan penjelasan yang masuk akal agar tidak dianggap pungutan liar (pungli).

“Tolong dijelaskan dengan penjelasan yang masuk rasio sehingga mereka ketika ngasih itu tidak seolah di pungli,” bunyi potongan suara tersebut.

Dengan 299 KPM di desa tersebut, total dana yang berpotensi dikumpulkan mencapai Rp 29,9 juta. Nilai yang tidak kecil ini memantik tanda tanya besar di kalangan warga.

Hingga saat ini, sikap diam Pemerintah Desa setempat dinilai warga justru memperparah kecemasan mereka. Warga mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah desa untuk segera turun tangan menginvestigasi kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *