Dilanda Kemarau Panjang, Warga Campaka Gelar Shalat Istisqa Minta Hujan. (Foto : Zenal Mustari).
Cianjur, metropuncak.com | Kekeringan akibat musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tidak terkecuali untuk warga di wilayah kecamatan Campaka.
Kesulitan mendapatkan air bersih, tanaman mengering hingga kebakaran lahan menjadi dampak yang dirasakan warga.
Di tengah kondisi tersebut, ratusan warga bersama unsur pemerintah Kecamatan Campaka menggelar sholat Istisqa dan doa bersama di Lapang kantor, Kecamatan Campaka, Selasa (15/9/2026) siang.
Sholat Istisqa digelar sebagai ikhtiar melalui pendekatan religius untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut berakhir.
Camat Campaka Tubagus Ganny Suryaningrat SE, MAB. mengatakan, kegiatan sholat Istisqa ini melibatkan masyarakat dan sejumlah unsur terkait.
Warga perwakilan dari sebelas desa juga turut hadir, tremasuk para kepala Desanya, seperti kepala desa dari Desa Cidadap, Desa Sukajadi, Desa Campaka, Desa Wangunjaya, Karyamukti, Cimrnteng, Girimukti, Sukadana, Susukan dan Desa Mekarjaya.
“Kami sudah berikhtiar bagaimana caranya supaya keluhan masyarakat bisa teratasi, secara fisik kami juga sudah menyalurkan air bersi ke sejumlah kampung yang memang memerlukan air bersih, ujar Tubagus Ganny Suryaningrat SE, MAB. kepada wartawan. Selasa, (15/9/2026) siang
Menurutnya, selain penanganan secara fisik melalui distribusi air bersih, pemerintah bersama stakeholder mengambil langkah lain melalui pendekatan keagamaan dengan melaksanakan sholat Istisqa.
“Sholat Istisqa ini kami laksanakan sebagai jalan lain dengan pendekatan religius. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan dan hujan segera turun,” katanya.
Ia mengatakan, kemarau panjang sudah memberikan dampak cukup besar terhadap kehidupan masyarakat di Kecamatan Campaka.
Sejumlah warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi kekeringan pun menyebabkan sejumlah tanaman mati. Beberapa titik mata air, termasuk aliran sungai, mengalami penurunan debit bahkan mengering.
Tak hanya persoalan air bersih, kondisi lahan dan tanaman yang mengering turut meningkatkan risiko kebakaran.
“Warga di wilayah Kecamatan Campaka sudah merasakan dampak dari lamanya musim kemarau. Tentu berdampak sekali terhadap masyarakat, terutama di beberapa desa yang sudah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih,” ucap Tubagus.
Tubagus berharap, ikhtiar ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan turunnya hujan.
“Kami hari ini bekerja sama dengan semua stakeholder untuk melaksanakan sholat Istisqa. Semoga Allah SWT memberikan kelimpahan hujan dan kondisi kekeringan ini segera berakhir,” tutupnya.











