Desa Banyutowo dan YEU Gelar Penilaian Ketangguhan Desa untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana. (Foto : Ist).
Pati, metropuncak.com | Pemerintah Desa Banyutowo bersama YAKKUM Emergency Unit (YEU) menggelar Diskusi Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) di Balai Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Kamis (23/7). Kegiatan ini bertujuan mengukur tingkat kesiapsiagaan, kapasitas, serta potensi desa dalam menghadapi berbagai risiko bencana dan tantangan ketahanan wilayah lainnya.
Dalam diskusi tersebut, fasilitator menjelaskan bahwa hasil penilaian akan diinput ke dalam sistem berbasis web milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari proses penilaian ketangguhan desa secara nasional. Berdasarkan hasil tersebut, status Desa Tangguh Bencana (DESTANA) akan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori: Pratama, Madya, atau Utama.
Hasil PKD akan menjadi dasar penyusunan dan pengembangan program pengurangan risiko bencana serta peningkatan kesiapsiagaan di tingkat desa. Selain itu, hasil penilaian juga menjadi acuan bagi pemerintah desa dan para mitra dalam merencanakan program, pendampingan, serta penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
PKD Terintegrasi dengan Indeks Desa Sejak 2025
Eli Sunarso, Project Manager YAKKUM Emergency Unit (YEU) Pati sekaligus fasilitator PKD di Desa Banyutowo, menjelaskan bahwa instrumen PKD dikembangkan oleh BNPB sejak 2019 dan mulai tahun 2025 telah diintegrasikan dengan Indeks Desa.
“Melalui Penilaian Ketangguhan Desa, kita dapat mengetahui kondisi desa secara menyeluruh, mulai dari potensi ancaman bencana, tingkat kerentanan, hingga kapasitas yang dimiliki dalam menghadapi bencana. Hasil penilaian ini akan menjadi dasar dalam menyusun rencana aksi pengurangan risiko bencana di tingkat desa,” ujar Eli.
Ia menambahkan bahwa setelah Desa Banyutowo, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Desa Tegalombo, Tunggulsari, dan Keboromo.
Kades Banyutowo: Penilaian Objektif untuk Perbaikan Masa Depan
Kepala Desa Banyutowo, Sunaryo, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti proses PKD secara objektif agar hasil yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi desa yang sebenarnya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari kerja sama dengan YEU. Kegiatan PKD hari ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kami berharap melalui proses ini kesiapsiagaan Desa Banyutowo terhadap bencana dapat terus meningkat,” ujar Sunaryo.
Ia menegaskan pentingnya kejujuran dalam penilaian agar hasilnya dapat menjadi dasar perbaikan dan penguatan di masa mendatang.
Apresiasi BPBD Pati: Sinergi Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Eko Budi Santoso, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PKD di Desa Banyutowo. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan YEU dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
“Saya mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati menyampaikan terima kasih kepada YEU yang telah mendukung Pemerintah Kabupaten Pati dalam upaya membangun ketangguhan terhadap bencana. Kami berharap hasil PKD ini dapat memberikan gambaran utuh mengenai kondisi desa dan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah tepat untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat,” kata Eko.
Kegiatan PKD di Desa Banyutowo diikuti oleh sekitar 15 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan perwakilan masyarakat. Diskusi berlangsung di Balai Desa Banyutowo mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB berjalan dengan lancar dan kondusif.











