Debit Air di Bendungan Cisokan Menurun Drastis Akibat Kemarau Panjang. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Debit air di bagian hulu Saluran Irigasi Induk Daerah Irigasi (DI) Cihea, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami penurunan drastis akibat kemarau panjang. Kondisi ini menyebabkan puluhan hektare sawah mengalami kekeringan.
Penurunan debit terpantau di Bendung Cisokan yang berlokasi di Cisuru, Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung. Saluran irigasi DI Cihea sendiri memiliki kapasitas mengairi lahan sawah seluas kurang lebih 5.000 hektare yang tersebar di Kecamatan Ciranjang, Bojongpicung, dan Haurwangi.
Petugas Bendung Cisokan, Hendra Purnama, menjelaskan bahwa air yang mengalir ke saluran irigasi DI Cihea bersumber dari bagian hulu Bendung Cisokan. Namun, sejak tiga bulan terakhir, debit air yang masuk ke saluran irigasi terus menurun drastis. Hingga saat ini, debit air tercatat hanya mencapai 42,02 liter per detik, bahkan pernah turun hingga angka terendah 29,52 liter per detik. Debit air pun kerap berubah-ubah setiap harinya.
“Dengan debit yang serendah ini, air tidak akan mampu mencapai saluran irigasi tersier di bagian hilir. Kemungkinan besar air sudah terserap tanah yang mengalami kekeringan sebelum sampai ke petak sawah di hilir,” ujar Hendra.
Untuk mengatasi ketersediaan air di bagian hilir, pihak bendung melakukan kerja sama dengan Petugas PSDP Provinsi, pengurus anggota P3A Mitra Cai Golongan, serta Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Cianjur melalui UPTD Pelayanan Pertanian Wilayah Ciranjang. Mereka menerapkan sistem gilir giring, yaitu pembagian air dilakukan dua hari sekali untuk setiap kelompok P3A Mitra Cai.
Hendra juga mengimbau seluruh masyarakat pengguna air dari DI Cihea untuk bersabar dan memahami kondisi yang ada. “Kami mohon kesabaran dari semua pihak, mengingat debit air saat ini sedang menurun sangat drastis,” pungkasnya.











