Dari Polres Cianjur, Ketika Pelayanan Menjadi Jembatan Kerinduan. (Foto: Dery Lesmana).
Cianjur | Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, ada kisah pelayanan yang menggetarkan hati dari Polres Cianjur. Bukan sekadar tugas rutin, ini adalah tentang bagaimana sebuah institusi memilih untuk berbagi kebahagiaan, meski harus mengorbankan kebersamaan dengan keluarga sendiri.
Selasa, 17 Maret 2026, lima bus putih berjejer rapi di halaman Mapolres Cianjur. 159 wajah ceria para pemudik asal Cianjur, bersiap menapaki perjalanan pulang ke kampung halamannya. Ada yang menuju Cilacap, Solo, bahkan Yogyakarta. Mereka bukan sekadar penumpang, mereka adalah para perindu yang akhirnya bisa tersenyum lega.
Di tengah kesibukan memastikan kelancaran pemberangkatan, Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi menyempatkan diri melepas para pemudik dengan mata berbinar.
“Hari ini, Alhamdulillah, kami menyediakan lima bus. Awalnya semua tujuan Cilacap, tapi melihat perkembangan, ada yang ke Solo dan Jogja. Polres Cianjur ingin membagi perasaan kemenangan, berbagi rindu dengan warga masyarakat di Cianjur,” ujarnya dengan nada hangat.
Yang membuat hati terenyuh, di balik program mulia ini, ada pengorbanan yang tak terlihat. Seluruh jajaran Polres Cianjur mulai dari pimpinan hingga personel lapangan memilih untuk tidak mudik. Mereka semua siaga dalam Operasi Ketupat Lodaya.
“Tidak ada satu pun anggota kami yang pulang kampung. Tapi kami ingin turut merasakan kebahagiaan bahwa masyarakat yang di Cianjur bukan hanya masyarakat asli, tapi juga mereka yang turut membangun Cianjur dan punya kampung halaman di tempat lain,” tambah Kapolres dengan senyum yang tak lepas.
Kisah haru lainnya datang dari cepatnya respons masyarakat. Begitu informasi mudik gratis disebar, kuota langsung terpenuhi dalam waktu singkat.
“Kami mencoba untuk menyelenggarakan lagi. Insyaallah ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan. Bismillahirrahmanirrahim, semoga Polres Cianjur diberikan kelancaran rezeki untuk terus bisa berbagi kebahagiaan dengan masyarakat,” tuturnya penuh harap.
Kebaikan tak berhenti di situ saja, bagi warga yang khawatir meninggalkan kendaraan, Polres Cianjur membuka lapangan Mapolres sebagai tempat penitipan gratis baik roda dua maupun roda empat. Cukup bawa fotokopi STNK dan SIM, kendaraan aman hingga pemiliknya kembali.
“Silakan mobil dan motor dititipkan. Insyaallah aman di Polres Cianjur,” janji Kapolres meyakinkan.
Bahkan untuk rumah-rumah yang ditinggal mudik, Tim Maung dan Tim Patroli Jago Presisi akan berkeliling memastikan keamanan. Dan sebagai bentuk transparansi, video pemantauan akan diunggah di Instagram resmi Polres Cianjur.
“Bagi kami, lebaran adalah membuat lancar dan bahagianya warga masyarakat untuk pulang kampung dan merayakan Idulfitri,” tegasnya.
Dari Polres Cianjur ini mengajarkan kita bahwa kebaikan sejati lahir dari keikhlasan berkorban. Mereka membiarkan orang lain pulang, sementara mereka sendiri tetap bertahan. Mereka menyediakan bus, padahal mereka sendiri tak menaikinya. Mereka menjaga rumah dan kendaraan warga, meski rumah mereka sendiri mungkin juga sepi ditinggal keluarga.
Di tengah hiruk-pikuk modernitas yang kerap membuat orang sibuk dengan diri sendiri, Polres Cianjur hadir sebagai oase, bahwa pelayanan adalah tentang membuat orang lain tersenyum, meski harus mengorbankan senyum kita bersama keluarga.
Selamat bertugas, para pelayan masyarakat. Semoga Allah membalas setiap lelah dengan keberkahan yang melimpah.
Mungkin kita pun bertanya, “Kebaikan kecil apa yang bisa di lakukan hari ini untuk orang lain?”. Karena sejatinya, Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan menahan lapar dan dahaga, tapi juga kemenangan menahan ego untuk bisa berbagi kebahagiaan.
Selamat Hari Raya Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin.













