Cegah Dini Kebakaran, Damkar Cianjur Gelar Simulasi di Dapur SPPG Yayasan Islami Hayatul Muslimin. (Foto: Zenal Mustari).
Cianjur | Siaga terhadap potensi bahaya kebakaran menjadi perhatian serius di lingkungan dapur skala besar. Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur melalui WMK 1 Sukanagara menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Islami Hayatul Muslimin, Campaka, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area yayasan ini merupakan langkah preventif mengingat tingginya aktivitas memasak yang berhubungan langsung dengan sumber api dan alat pemanas.
Kanit 1 WMK 7 Sukanagara, Rahmat, yang menjadi instruktur dalam sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga praktik langsung.
“Tadi kita sampaikan bagaimana cara mengenal sumber api, alur proteksi, jalur penyelamatan atau evakuasi, serta cara memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maupun alat tradisional,” ujar Rahmat di lokasi kegiatan.
Meskipun waktu pelaksanaan terbatas karena bertepatan dengan hari Jumat, antusiasme pesertanya terlihat sangat tinggi. Sehingga Rahmat pun mengapresiasi kerjasama dari para relawan, penanggung jawab kegiatan, serta seluruh staf yang terlibat.
“Alhamdulillah, melihat antusias pesertanya sangat baik. Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, risiko terjadinya kebakaran bisa diminimalisir,” tambahnya.
Rahmat juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh karyawan yang bertugas di dapur.
“Jangan sampai setelah sosialisasi ini malah terjadi kebakaran. Mari kita siasati lingkungan kita sesuai prosedur. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kuncinya jangan panik, segera responsif hubungi 112 Damkar,” pesannya.
Sementara itu, Pemilik Yayasan Islami Hayatul Muslimin, Satria Agnia M, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di lingkungan dapur yayasannya. Sebelumnya, sosialisasi lebih difokuskan pada aspek kesehatan dan ketahanan pangan.
“Total peserta yang hadir ada 47 orang. Ini baru kali pertama kami mengadakan sosialisasi pemadaman kebakaran khusus di dapur. Padahal, area ini sangat krusial karena setiap hari berhubungan dengan api, mulai dari kompor hingga alat pemanas di bagian pencucian,” jelas Satria.
Menurut Satria, ilmu pemadaman api wajib dimiliki oleh setiap karyawan yang bertugas di dapur. Dengan adanya pelatihan ini, mereka diharapkan lebih sigap dan terampil.
Selain aspek pemadaman, jalur evakuasi juga menjadi perhatian dalam kesiapsiagaan yayasan. Saat ini, jalur penyelamatan tersedia di dua titik utama, yaitu di area loading utama dan ruang packing yang mengarah ke luar.
“Memang saat ini ada satu pintu belakang yang ukurannya masih kecil, ke depan akan kami perbaiki agar lebih besar untuk memudahkan evakuasi jika sewaktu-waktu ada yang terjebak di dalam,” pungkas Satria.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan kesadaran akan keselamatan kebakaran di lingkungan SPPG semakin meningkat, sehingga potensi bahana dapat ditekan sejak dini.














