BUMDes Jatisari Mandiri Bangun Kandang Ayam Petelur untuk Tingkatkan Perekonomian Desa. (Foto: Sam Apip).
Cianjur | Guna meningkatkan pendapatan asli desa, BUMDes Jatisari Mandiri di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengembangkan usaha baru di bidang peternakan ayam petelur. Saat ini, pembangunan kandang berukuran 15 x 8 meter yang berlokasi di Kampung Gardu sedang dalam pengerjaan.
Peletakan batu pertama pembangunan kandang tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah dan masyarakat, antara lain Kasi Pemerintahan dan Kesra Kecamatan, Kepala Desa Jatisari, perwakilan BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping BUMDes, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Jatisari, Asep Prasida, menjelaskan bahwa pengembangan usaha ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk memajukan BUMDes. Pemerintah Desa secara khusus mendukung pendanaan untuk inisiatif ternak ayam petelur ini.
“Bila ternak ayam berhasil sesuai analisis, kami akan menambah modal. Sebaliknya, jika gagal, pihak pengurus BUMDes akan dimintai pertanggungjawaban secara serius,” tegas Asep Prasida, menekankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Sementara itu, Ketua BUMDes Jatisari Mandiri, Sani Budiman, memaparkan bahwa sumber dana pembangunan berasal dari Dana Desa (DD) Tahap 2 Tahun Anggaran 2025. Alokasi dana sebesar Rp 291 juta tersebut masuk dalam program bantuan ketahanan pangan.
“Kami akan fokus dan serius dalam mengelola usaha ini. Dana yang dikucurkan tidak sedikit, sehingga harus dikelola dengan tepat dan bertanggung jawab untuk memastikan keberhasilannya,” ujar Sani.
Mengenai pemasaran, Sani menyebutkan bahwa analisis pasar menunjukkan prospek yang cukup cerah. Hasil telur dapat dipasarkan di lingkungan Desa Jatisari sendiri, maupun didistribusikan ke pasar tradisional dan mini market di sekitar Kabupaten Cianjur.
Dengan kapasitas rencana untuk 1.000 ekor ayam, pengelolaan usaha mulai dari pembangunan kandang hingga operasionalnya akan ditangani sepenuhnya oleh jajaran pengurus BUMDes Jatisari Mandiri. Keberhasilan usaha ini diharapkan dapat menjadi penggerak baru perekonomian desa. ***














