Aktivis Desa Limbangansari, Mendorong Transparansi Pengelolaan Aset Desa

Aktivis Desa Limbangansari, Mendorong Transparansi Pengelolaan Aset Desa. (Foto: Rhamdani).

Cianjur | Sejumlah warga Desa Limbangansari, Cianjur, mendorong transparansi pengelolaan aset desa agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Menurut salah seorang aktivis setempat, potensi aset seperti lahan sewa dan lahan garapan bisa menjadi sumber pendapatan desa jika dikelola dengan benar dan terbuka.

“Desa Limbangansari sebenarnya bisa lebih sejahtera jika aset-aset yang ada digunakan secara transparan dan tepat guna. Misalnya, dari sewa lahan atau pengelolaan lahan garapan,” ujarnya.

Namun, ia mengungkapkan bahwa banyak warga yang tidak mengetahui detail aset desa, baik lokasi maupun jenisnya.

Selain itu, tidak ada papan informasi (Blender) yang terpampang di kantor desa terkait daftar aset maupun anggaran, termasuk dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), bantuan pusat, daerah, maupun hibah.

“Mayoritas masyarakat tidak tahu aset desa ada di mana dan apa saja. Tidak ada transparansi data yang jelas, termasuk soal penggunaan anggaran,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah desa lebih terbuka dalam mengelola aset dan anggaran, termasuk memajang informasi secara jelas di kantor desa agar warga bisa turut mengawasi. Hal ini dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan dana desa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari perangkat Desa Limbangansari terkait keluhan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *