Satpol PP Cianjur Bongkar Bangunan Diduga Pemicu Banjir di Perumahan Puncak Manis Sukaluyu
Cianjur | Banjir bandang yang melanda Perumahan Puncak Manis dan permukiman warga di Kampung Cibakung, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dua hari lalu, menyebabkan kerusakan rumah dan berbagai bangunan lainnya.
Diduga, selain intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama, penyempitan saluran irigasi akibat pendirian bangunan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
Di lingkungan perusahaan Puncak Manis, terdapat bangunan madrasah yang berdiri di atas saluran irigasi dan diduga menghambat aliran air.
Banyak warga mengeluhkan kondisi ini dan menduga terhambatnya saluran irigasi oleh bangunan madrasah menjadi penyebab utama banjir.
Menindaklanjuti keluhan warga dan setelah berkoordinasi dengan pengelola madrasah, Bupati Cianjur dr. Muhad Wahyu mengambil langkah tegas.
Pengelola madrasah pun mengakui adanya kesalahan, dan bangunan tersebut kemudian dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, dibantu oleh Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko, menjelaskan bahwa pembongkaran bangunan tersebut dilakukan berdasarkan arahan Bupati Cianjur dan hasil kesepakatan bersama. Bangunan itu dinilai menjadi pemicu utama banjir di Perumahan Puncak Manis karena menutup saluran air irigasi.
“Kami melakukan pembongkaran bangunan ini tidak hanya melibatkan Satpol PP, tetapi juga bekerja sama dengan berbagai lembaga lain seperti Damkar, BPBD, PU, DLH, Perhutani, TNI, Polri, dan masyarakat setempat,” jelas Djoko kepada wartawan, Selasa 30/04/2025.
Ia berharap agar lahan yang telah dibongkar tidak lagi digunakan untuk mendirikan bangunan apapun di kemudian hari, dan fungsi saluran irigasi dapat kembali normal.
“Lahan bekas bangunan yang dibongkar ini tidak diperbolehkan untuk dibangun kembali. Kami juga meminta agar saluran irigasi segera berfungsi dengan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Selajambe, Agus Junaedi, menambahkan bahwa banjir tersebut berdampak pada 391 jiwa dari 165 kepala keluarga yang berada di dua lokasi, yaitu Kampung Cibakung RT 02-03/06 Desa Selajambe dan Perumahan Puncak Manis Selajambe.
Para korban banjir terpaksa mengungsi ke rumah warga yang dianggap lebih aman, meskipun sebagian lainnya memilih tetap tinggal di rumah mereka. Aktivitas sehari-hari warga lumpuh karena harus membersihkan sisa-sisa lumpur di rumahnya masing-masing.
“Kami turut prihatin dan iba dengan kondisi para korban banjir. Semoga banyak pihak yang tergerak hatinya untuk memberikan bantuan. Sekecil apapun sumbangan, sangat berarti bagi mereka,” pungkas Agus Junaedi.***








