Aksi Kolaborasi Hijau ke-87: Beralih dari Menanam ke Merawat di Gunung Congkrang. (Foto : Ist).
Garut, metropuncak.com | Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali menggelar Aksi Kolaborasi Hijau ke-87 di Blok Gunung Congkrang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang melibatkan Paguyuban Mahasiswa Garut (PAMAGAR) dan mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menjadi wujud komitmen bersama dalam merehabilitasi lahan kritis.
Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya yang berfokus pada penanaman, edisi kali ini diisi dengan pemeliharaan, pendataan, serta labelisasi pohon.
Para peserta bahu-membahu membersihkan gulma, memeriksa kesehatan tanaman, dan mendata pertumbuhannya guna memastikan bibit yang ditanam dapat bertahan dan tumbuh optimal.
Kawasan Gunung Congkrang merupakan bagian dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN I Regional 2 yang sebagian arealnya pernah mengalami okupasi dan beralih fungsi menjadi lahan pertanian.
Kondisi ini menjadikannya lokasi prioritas rehabilitasi yang secara konsisten digarap Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bersama berbagai mitra.
Bagi PAMAGAR, kegiatan ini menjadi kunjungan ketiga mereka ke Gunung Congkrang. Setelah dua kali terlibat dalam aksi penanaman, kali ini mereka kembali bersama mahasiswa KKN Unpad untuk merawat pohon-pohon yang telah tumbuh.
Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menegaskan bahwa penghijauan hanya akan berhasil jika dibangun melalui kolaborasi dan komitmen jangka panjang.
“Menanam pohon adalah langkah awal, merawatnya adalah bentuk tanggung jawab. Kami mengapresiasi konsistensi PAMAGAR yang kembali hadir untuk memastikan pohon-pohon itu terus tumbuh. Semoga semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam upaya memulihkan lingkungan,” ujarnya.
Seorang peserta PAMAGAR mengungkapkan rasa bangganya dapat kembali ambil bagian. “Dulu kami datang untuk menanam, hari ini kami kembali untuk merawat. Pengalaman ini mengajarkan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan komitmen berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” katanya.
Aksi Kolaborasi Hijau ke-87 menjadi bukti nyata bahwa rehabilitasi alam membutuhkan konsistensi dan gotong royong.
Kolaborasi antara Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, PAMAGAR, mahasiswa KKN Unpad, dan masyarakat setempat diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologis Gunung Congkrang demi keberlanjutan generasi mendatang.








