Predator Pemangsa Ternak Warga Di Campaka Berhasil Diamankan

Nahas, ular Sanca Kembang sepanjang 4 meter yang kerap menyantap ayam warga berhasil diamankan. (Foto: Zenal Mustari).

Cianjur | Seekor ular sanca kembang (Python reticulatus) berukuran besar berhasil diamankan warga Kampung Cidadap, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jumat (6/2/2026) pagi. Ular dengan panjang sekitar 4 meter dan berat 12 kilogram itu ditemukan sedang memangsa ayam milik warga.

Kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB ketika H Eman, pemilik kandang ayam, hendak melepas ternaknya.

“Waktu saya mau mengeluarkan ayam pukul 07.00 WIB Jumat pagi, tahu-tahunya sudah ada ular besar di kandang sedang makan ayam,” ujar Eman.

Babinsa Desa Cidadap Sertu Suparman berharap, dengan berhasilnya mengevakuasi ular Sanca Kembang sepanjang 4 meter dengan berat 12 Kg itu, misteri sering hilangnya ayam milik warga bisa terpecahkan dan tidak akan terjadi lagi kejadian serupa.

Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada Babinsa Desa Cidadap, Sertu Suparman, yang kebetulan sedang melakukan sambang warga.

“Awalnya saya terima laporan dari Ketua RT sekira pukul 07.00 WIB. Saya langsung merapat ke lokasi dan ternyata benar adanya ular di kandang ayam milik warga,” jelas Suparman saat dikonfirmasi, Jumat pagi.

Menurut Suparman, penemuan ular besar ini sekaligus menjawab misteri hilangnya sejumlah ayam warga dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebelumnya warga juga memang sering kehilangan ayam. Hari ini Jumat 6 Februari 2026 terjawab sudah misterinya, yaitu adanya ular sanca kembang yang sudah kita evakuasi bersama warga,” imbuhnya.

Ia berharap, setelah penanganan ini, tidak ada lagi permasalahan serupa yang membahayakan warga.

“Segala apa yang membahayakan insya Allah ke depan tidak ada lagi permasalahan seperti ini,” ucap Suparman.

Saat ini, ular hasil tangkapan masih disimpan oleh warga. Mengenai rencana selanjutnya, apakah ular akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya atau diserahkan kepada pihak berwenang seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), masih dalam koordinasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *