(Foto: Ilustrasi/AI).
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Namun, perubahan pola makan dan tidur seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh. Agar ibadah puasa tetap lancar dan tubuh tidak mudah lemas, kita perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Puasa seharusnya membuat tubuh lebih sehat, justru malah sebaliknya jika tidak diimbangi dengan asupan dan aktivitas yang tepat.
Berikut adalah 7 tips praktis untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.
1. Jangan Lewatkan Sahur
Sahur adalah waktu makan yang paling penting saat puasa. Ini adalah “bekal” utama tubuh untuk bertahan selama kurang lebih 13-14 jam ke depan.
· Pilih Karbohidrat Kompleks: Konsumsi makanan seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga energi yang dilepaskan bertahan lebih lama dan rasa lapar tidak cepat datang.
· Perbanyak Protein dan Serat: Telur, ayam, ikan, kacang-kacangan, serta sayur dan buah sangat penting. Protein membantu memperbaiki sel, sementara serat membantu sistem pencernaan dan membuat kenyang lebih lama.
· Jangan Lewatkan Sahur: Ini adalah pesan penting. Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Keberkahan ini tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara fisik.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan (8 Gelas Sehari)
Dehidrasi adalah penyebab utama tubuh lemas saat puasa. Atur strategi minum agar kebutuhan cairan harian terpenuhi.
Terapkan pola 2-4-2:
· 2 gelas saat berbuka: Segelas setelah makan, satu gelas setelah salat Maghrib.
· 4 gelas saat malam: Satu gelas setelah Isya, satu gelas setelah Tarawih, satu gelas sebelum tidur, dan satu gelas jika terbangun di malam hari.
· 2 gelas saat sahur: Segelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur.
Hindari minuman berkafein (kopi, teh kental) saat sahur karena bersifat diuretik yang justru mempercepat pengeluaran cairan melalui urine.
3. Bijak Saat Berbuka (Jangan Langsung “Balas Dendam”)
Saat adzan Maghrib berkumandang, godaan untuk makan besar sangatlah kuat. Namun, berbuka dengan cara yang salah justru bisa membuat perut terasa begah, lemas, bahkan mengganggu pencernaan.
· Sunnah dan Sehat: Ikuti sunnah Rasulullah, yaitu berbuka dengan kurma dan air putih. Kurma menyediakan gula alami yang cepat mengembalikan energi tanpa membebani lambung.
· Makan Bertahap: Setelah salat Maghrib, konsumsilah makanan ringan atau makanan pembuka. Beri jeda sekitar 15-30 menit sebelum menyantap makanan berat. Hal ini memberi waktu pada lambung untuk beradaptasi.
4. Hindari Makanan Berminyak, Gorengan, dan Terlalu Manis. Makanan ini memang lezat, tapi perlu dikontrol.
· Gorengan: Mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak dicerna lebih lama dan dapat memicu naiknya asam lambung serta rasa kantuk yang berlebihan setelah makan.
· Makanan Terlalu Manis: Gula sederhana memang cepat menaikkan energi, tapi juga cepat turun drastis, menyebabkan tubuh mudah lemas setelahnya. Gantilah dengan gula alami dari buah-buahan.
5. Tetap Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Bukan berarti berpuasa harus bermalas-malasan. Tubuh tetap perlu bergerak agar otot tidak kaku dan metabolisme tetap berjalan.
· Olahraga Ringan: Lakukan olahraga intensitas ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga. Waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah menjelang berbuka atau setelah salat Tarawih, karena energi sudah bisa segera diganti.
· Jangan Berlebihan: Hindari olahraga berat di siang hari yang bisa menyebabkan dehidrasi parah.
6. Jaga Pola Tidur yang Berkualitas
Kurang tidur akibat bangun untuk sahur dan ibadah malam adalah hal lumrah. Namun, kurang tidur yang tidak diatur dapat menurunkan sistem imun dan membuat tubuh rentan sakit.
· Hindari Begadang: Usahakan tidur lebih awal di malam hari setelah Tarawih, atau setidaknya kurangi aktivitas yang tidak penting.
· Manfaatkan Power Nap: Ambil waktu tidur siang singkat selama 15-20 menit di siang hari untuk mengembalikan energi (power nap).
7. Konsumsi Vitamin dan Suplemen Jika Perlu
Jika Anda merasa asupan makanan belum mencukupi kebutuhan nutrisi harian, tidak ada salahnya mengonsumsi multivitamin. Vitamin C, D, dan Zinc sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit selama bulan puasa. Konsultasikan dengan apoteker atau dokter untuk memilih suplemen yang tepat.
Puasa bukan alasan untuk menjadi tidak produktif atau sakit. Dengan menerapkan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, menjaga hidrasi, serta tetap aktif bergerak, tubuh kita akan tetap sehat dan bugar. Dengan tubuh yang sehat, ibadah pun akan terasa lebih khusyuk dan bermakna.








