Warga Haurwangi Geger Temukan Jasad Pria Tanpa Identitas Mengambang di Sungai Citarum. (Foto: Sam Apip).
Cianjur | Warga Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria tanpa identitas yang mengambang di Sungai Citarum. Peristiwa itu terjadi di Kampung Cinangsi, Desa Kertamukti, pada Kamis (16/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad pria tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang menjala ikan di sungai. Penemu lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Cianjur.
Tak lama setelahnya, jajaran Inafis (Identifikasi Forensik) Polres Cianjur yang didampingi anggota Polsek Bojongpicung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Jasad pria tanpa identitas itu memiliki ciri-ciri tinggi badan kurang lebih 160 centimeter, berusia diperkirakan 25 tahun, dengan postur gemuk. Wajahnya oval, berkulit sawo matang, dan berambut pendek hitam.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam lengan panjang serta celana panjang berwarna coklat.
Jasad kemudian dievakuasi secara bersama-sama oleh personel Polres Cianjur, Polsek Bojongpicung, aparat Desa Kertamukti, dan warga setempat.
Setelah berhasil dibawa ke darat, jasad pria tersebut langsung dibawa oleh tim Inafis ke RSUD Cianjur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan identitas dan penyebab kematian.
Terkait adanya kabar bahwa dua hari sebelumnya, pada Selasa (12/10/2025) sore, seorang pria dilaporkan melompat dari Jembatan Citarum, Agus, perangkat desa setempat, membenarkan kabar tersebut.
“Memang benar bahwa dua hari yang lalu, Selasa 12 Oktober 2025, sekitar sore hari, dikabarkan ada seorang pria loncat dari Jembatan Citarum. Hingga kini, korban masih belum ditemukan,” ucap Agus, yang didampingi oleh Anton, Kasi Trantib Desa Kertamukti.
Kapolsek Bojongpicung, Iptu Much Taromi, turut membenarkan penemuan jasad tersebut.
“Iya, tadi siang hari ada penemuan jasad pria tanpa identitas dan hal itu sedang ditangani oleh jajaran Polres Cianjur. Kami di Polsek hanya membantu proses evakuasi saja,” pungkasnya.








