Tumpukan Kayu Akibat Penebangan Liar Di Puncak Simun Disorot Ketua GMCB. (Foto: Deri Lesmana).
Cianjur | Generasi Muda Cianjur Bersatu (GMCB) mengecam keras maraknya aktivitas penebangan pohon dan dugaan praktik deforestasi di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dinilai sebagai ancaman serius bagi keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Ketua GMCB, Azzam Mohasm, menilai deforestasi telah menjadi faktor utama peningkatan bencana alam seperti banjir dan longsor, serta krisis air bersih yang kerap melanda. Dampaknya paling dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Azzam secara khusus menyoroti kondisi di wilayah Cipanas Puncak Simun, di mana ditemukan tumpukan kayu hasil penebangan di pinggir jalan. “Hingga kini, belum ada kejelasan apakah aktivitas tersebut telah mengantongi izin resmi atau tidak,” ucapnya.
Ia menegaskan, “Jika penebangan dilakukan tanpa izin, maka itu sudah merupakan pelanggaran hukum dan harus segera ditindak tegas, termasuk pihak-pihak yang berada di belakangnya.”
GMCB mendesak aparat penegak hukum, Perhutani, dan pemerintah daerah untuk tidak berkompromi dengan segala bentuk perusakan lingkungan.
Selain penegakan hukum, Azzam juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan generasi muda dalam pengawasan hutan. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan hanya akan menimbulkan kerugian jangka panjang.
“Menjaga hutan hari ini adalah upaya melindungi kehidupan generasi mendatang,” pungkas Azzam.








