Cianjur | Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur periode 2024 – 2029 tinggal menghitung bulan, yang mana saat ini bermunculan bacalon – bacalon dari berbagai kalangan termasuk diantaranya Bupati Cianjur yang beredar kabar akan menggandeng asprinya turut memeriahkan kontentasi Pilkada nanti.
Dari sekian daftar nama yang bermunculan, nama Feri Wahyudin terdengar dirinya akan tampil di ajang kontestasi Pilkada Kab Cianjur.
Saat dihubungi metropuncak.com, dirinya tidak menampik bahwa namanya disebut – sebut akan bertanding di kontestasi Pilkada Cianjur periode 2024 – 2029 nanti.
“Kemunculan saya di Bacalon Pilkada Cianjur periode 2024 – 2029 berangkat dari usungan teman dan rekan serta berbagai komunitas yang ada di Cianjur. Kalau boleh jujur saya juga memang tidak mau, tapi kalau teman – teman mengusung dari independen kenapa tidak, walaupun saya beberapa kali nyaleg,” kata Feri kepada metropuncak.com saat dihubungi via WhatsApp, Minggu 31 Maret 2024.
Alasan kenapa saya yang diusung, lanjut Feri, karena teman dan rekan serta berbagai komunitas yang ada di Cianjur menginginkan adanya satu bentuk perubahan di Cianjur ini, mulai dari birokrasi legislatif maupun eksekutif jangan sampai rancu.
“Artinya semua harus sejalan sesuai tupoksinya jangan sebentar – sebentar mutasi, sedangkan mereka itu kan sebagai pejabat-pejabat yang digaji oleh rakyatnya sendiri. Pemimpin itu jangan sampai ada jarak dengan masyarakat. Mungkin berangkat dari sanalah teman dan rekan serta berbagai komunitas yang ada di Cianjur menginginkan Cianjur ada perubahan,” ujarnya.
Feri menyambungkan, dirinya teringat pada masa kepemimpinan Bupati – bupati terdahulu seperti pak Edi, pak Harkat, pak Warsidi dan yang lainnya mereka dekat dengan masyarakat, sehingga setiap aspirasi masyarakat bisa tercapai karena kedekatannya itu.
“Jika melihat Cianjur saat ini, pekerjaan susah, pengangguran semakin banyak terus tingkat kriminalnya semakin tinggi juga seperti tawuran. Generasi anak bangsa ini sudah mengenal dunia – dunia yang tidak jelas pergaulannya. Maka harus ada seorang pemimpin yang berpikir tentang perubahan dan ini harus dilakukan oleh pihak pemerintah maupun dengan pihak – pihak Yudikatif ataupun Eksekutif dan Legislatif,” paparnya.
Masih dikatakan Feri, kalau ditanya modal untuk bertarung di kontestasi Pilkada nanti apalagi di jalur independen, dirinya mengaku memang tidak punya modal (Materi) yang cukup, tapi berangkat karena usungan dari teman dan rekan serta berbagai komunitas yang ada di Cianjur, ia mangku siap bertanding demi masyarakat.
“Untuk mengabdi dan mengayomi masyarakat saya memang tidak punya apa – apa, tapi dengan niat Nawaitu karena Alloh saya akan ikut bertanding nanti. Kalau saya tolak usungan teman dan rekan serta berbagai komunitas yang ada di Cianjur khawatir mereka kecewa. Artinya kenapa mereka memilih/mengusung saya mengkin karena mereka tahu dan paham betul siapa saya,” ungkapnya.
Lebih jauhnya lagi, jika dirinya bernasib dan ditakdirkan menjadi Bupati Cianjur, keinginan dan harapannya Cianjur bisa melangkah lebih maju dengan mengedepan berbagai segmen, seperti menempatkan pejabat sesuai bidangnya, menyediakan lapangan kerja, membangun sektor – sektor usaha usaha untuk para pelaku UMKM supaya terbuka lapangan pekerjaan, seniman disediakan wadahnya supaya bisa berpenghasilan serta menata kota sesuai kebutuhan untuk menunjang laju pembangunan dan mengembalikan kembali cianjur sebagai kota santri.
“Seperti kita ketahui para pejabat itu digaji oleh rakyat, jadi harus dekat dengan masyarakatnya, apa saja kebutuhan masyarakat itu yang harus dipenuhi dan program yang saya siapkan tak lain berdasarkan kajian – kajian atas dasar hasil temuan teman dan rekan serta berbagai komunitas yang ada di Cianjur bahwa di Cianjur ini harus ada perubahan untuk menuju masyarakat yang sejahtera,” tutupnya.








