STOP BULLYING, LAWAN BANTU LAPORKAN!

Bullying Remaja Mengancam Masa Depan Jakarta: Saatnya Pemangku Kebijakan Turun Tangan Bersama”

STOP BULLYING, LAWAN BANTU LAPORKAN!

Jakarta hari ini sedang menghadapi kenyataan keras: bullying bukan lagi insiden kecil yang bisa disapu di bawah karpet. Dari sekolah dasar sampai SMA, dari lorong kelas sampai ruang digital, ancaman ini nyata dan semakin brutal. Talkshow “Membangun Jakarta Bebas Bullying: Kesadaran, Ketegasan Sanksi, dan Jaminan Keamanan” hadir bukan sebagai acara seremonial, tetapi sebagai titik dorong agar Jakarta bergerak dari sekadar punya program menjadi kota yang benar-benar melindungi anak muda.

Di acara ini, slogan “Bantu, Lawan, Laporkan” bukan sekadar kalimat manis, tetapi tuntutan sikap: siapa pun yang melihat bullying harus turun tangan, bukan diam; pelaku harus dihentikan, bukan ditoleransi; dan setiap kasus harus masuk ke sistem pelaporan yang jelas agar tidak lagi hilang di balik alasan “nama baik sekolah”.

Seluruh rangkaian pembahasan mulai dari perspektif psikologis, data faktual DPPAPP, evaluasi SOP sekolah oleh Disdik, hingga kerangka hukum dari BAHU menegaskan satu hal: Jakarta butuh fondasi yang disiplin. Awareness harus dibangun sebagai budaya, bukan wacana. Sanksi harus punya efek jera, bukan basa-basi. Dan jaminan keamanan harus terasa sejak hari pertama korban melapor, bukan sekadar janji lembaga.

Di titik ini, talkshow ini berhasil mempertemukan pihak-pihak yang selama ini bekerja sendiri-sendiri, untuk mulai menyusun langkah bersama yang konkret, terukur, dan bisa dipantau publik. Yang menarik, kegiatan ini bukan digerakkan oleh birokrasi semata, melainkan dijalankan oleh energi baru: para aktivis mahasiswa dari berbagai kampus yang sedang magang di Fraksi NasDem DPRD Jakarta.

Mereka menyiapkan konsep, riset data bullying Jakarta, memproduksi materi, hingga menyusun alur talkshow yang tegas dan grounded. Kerja mereka bukan tempelan, tetapi kontribusi nyata dalam menghidupkan gerakan anti-bullying dengan cara yang segar, kritis, dan relevan kolaborasi yang terasa otentik karena diperkuat oleh tenaga ahli dan staf Fraksi NasDem yang mendampingi tanpa mendikte.

Di balik itu semua, ada peran penting Wibi Andrino, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yang memberi ruang, arahan, dan bimbingan bagi para mahasiswa untuk tumbuh menjadi aktor muda yang tidak hanya mengkritik, tetapi mampu memproduksi solusi nyata. Dari sinilah gerakan ini berdiri bukan sebagai proyek acara, tapi sebagai movement yang mendorong masyarakat Jakarta untuk tidak lagi menjadi penonton dalam kasus perundungan.

Talkshow ini menyerukan ajakan, yang dimulai dari satu langkah sederhana namun tegas: Bantu. Lawan. Laporkan. Karena menghentikan satu kasus bullying hari ini berarti menyelamatkan satu masa depan Jakarta besok.

Laporan: LuqmanJalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *