Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen Deiserang Penyakit dan Ribuan Burung. (Foto: Sam Apip).
Cianjur | Ratusan hektar lahan sawah di Kampung Pasirangin, Babakan Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Kampung Pasirsasaungan, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mengalami gagal panen. Penyebabnya adalah serangan penyakit pada fase vegetatif dan serangan massal ribuan hama burung pipit pada fase generatif.
Para petani pemilik lahan tersebut tergabung dalam beberapa kelompok tani, antara lain Kelompok Tani Anugrah Babakansari Malakasari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanaman padi mulai terserang penyakit sejak berusia 45 hari setelah tanam atau pasca penyiangan terakhir (ngarambet mindo), mengakibatkan tanaman kerdil. Saat menginjak usia 75 hari atau mulai berbuah, ribuan burung pipit dan sejenisnya menyerang habis bulir-bulir padi hingga tidak tersisa satu bulir pun untuk dipanen.
Salah satu korban, Teten (50), warga Pasirangin, menggarap sawah seluas satu hektar. Biasanya, ia mampu memanen 7 hingga 8 ton gabah. Namun, akibat serangan penyakit dan hama burung ini, hasilnya nihil.
“Saya mengolah sawah satu hektar lebih yang biasanya menghasilkan 7-8 ton gabah. Sekarang, setelah terserang penyakit dan burung pipit, tidak satu bulir pun saya dapat,” ujar Teten dengan nada sedih.
Ia menambahkan, upaya pencegahan seperti penyemprotan pestisida dan fungisida terus dilakukan. Namun, serangan ribuan burung pipit tetap terjadi dan mengakibatkan kegagalan total.
“Hal ini tidak hanya terjadi pada sawah saya, tetapi juga pada sawah banyak petani lain. Ada yang berusaha memasang jaring di atas tanaman dan bisa memanen sedikit, tetapi hasilnya tidak maksimal,” tambahnya.
Kepala Desa Nanggalamekar, Hilman, S.Kom, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, gagal panen ini juga dipicu oleh pola tanam yang tidak serempak, sehingga siklus hidup hama tidak terputus.
“Hal itu terjadi akibat pola tanam yang salah, tidak serempak. Akhirnya, siklus hama berputar terus tanpa bisa diputus,” jelas Hilman.
Ia berharap para petani yang terdampak dapat bersabar. Hilman juga mendorong dinas instansi terkait untuk segera turun ke lapangan, memberikan solusi, dan meninjau langsung lahan yang gagal panen.
“Diharapkan kepada dinas instansi terkait agar diadakan solusi dan turun ke lapangan untuk meninjau sawah yang gagal panen,” pungkasnya.








