Ratusan Hektar Eceng Gondok Lumpuhkan Perekonomian Warga Desa Kertajaya. (Foto: Sam Apip).
Cianjur | Sejak enam bulan terakhir, ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kelumpuhan ekonomi akibat hamparan eceng gondok yang menutupi ratusan hektar permukaan Waduk Cirata.
Persoalan ini terutama berdampak pada Dermaga Babakangarut, Kampung Babakangarut, Desa Kertajaya, yang menjadi pusat aktivitas perekonomian warga.
Akibatnya, transportasi air seperti perahu bermesin tempel, perahu dayung (tongkang), serta aktivitas di rumah jaring apung (Japung) terhambat. Bahkan, beberapa perahu dan Japung ambruk terseret eceng gondok karena tiupan angin kencang.
Saripudin (58), Ketua RW 09 Kampung Babakan Garut, menjelaskan bahwa 99% warga di kampungnya menggantungkan penghidupan pada aktivitas ekonomi di sekitar dermaga.
“Mereka bekerja sebagai petani ikan di Japung, penyewa perahu, pedagang warung di tengah atau pinggir danau, kuli panggul, ojek perahu, penjual ikan segar, dan lain-lain. Namun, sejak eceng gondok menutupi danau, semua aktivitas terhenti dan nyaris lumpuh total,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/7/2025).
Menurut Saripudin, hamparan eceng gondok seluas sekitar 500 hektar dengan ketebalan mencapai 30 cm sulit dibersihkan secara manual. Warga telah berupaya bergotong royong setiap pekan, namun hasilnya tidak maksimal.
“Kami sudah melaporkan masalah ini kepada Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan DPRD Kabupaten Cianjur sejak enam bulan lalu, memohon solusi untuk mengatasi eceng gondok ini. Alhamdulillah, dua hari lalu ada utusan dari Kodim 0608 Cianjur yang meninjau lokasi dan berencana membantu menggunakan alat berat. Pagi tadi, Camat Ciranjang juga datang memantau kondisi,” jelas Saripudin.
Warga berharap bantuan dari pemerintah dan Kodim dapat segera direalisasikan agar aktivitas ekonomi mereka kembali pulih.***








