Ramadan Sehat, Ramadan Peduli: PWI Cianjur dan Assuluk Insan Madani Gelar Tes HIV Gratis dan Penyuluhan Kesehatan
Cianjur | Di penghujung Ramadan 1446 H dengan semangat kepedulian, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur berkolaborasi dengan Yayasan Assuluk Insan Madani menggelar acara “Berkah Ramadan: Sehatkan Diri, Bersihkan Hati” pada Minggu, 23/03/2025.
Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan fisik dan mental melalui tes HIV gratis dan penyuluhan kesehatan.
Gedung PWI Cianjur menjadi saksi bisu antusiasme masyarakat yang ingin meraih Ramadan sehat dan peduli. Dua narasumber kompeten, Dr.(C) Dian Hariani Salamen, S.Sos., M.Km., Direktur Klinik Ayudia Medika, dan Dr. Hj. Dede Supenti, S.H., M.Kn., Ketua Yayasan Assuluk Insan Madani, hadir memberikan edukasi.
Dr. Dian Hariani Salamen menyampaikan keprihatinannya atas lonjakan kasus HIV di Cianjur, terutama di kalangan generasi muda.
“Data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Kami tidak ingin menghakimi, tetapi mengedukasi dan mencegah penyebaran HIV yang semakin meluas,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam penanggulangan HIV.
Ia menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam penanggulangan HIV.
“Stigma negatif terhadap ODHA masih menjadi tembok besar. Padahal, edukasi dan pencegahan adalah kunci. Fenomena kawin kontrak juga menjadi faktor risiko yang harus diwaspadai,” tambahnya.
Dr. Hj. Dede Supenti mengapresiasi kolaborasi apik dalam acara ini.
“Terima kasih kepada PWI Cianjur, Yayasan Nurani Hati Peduli, dan para mahasiswa yang telah berkontribusi. Semoga acara ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ketua PWI Cianjur, M. Ikhsan, menegaskan komitmen PWI dalam mendukung kegiatan edukasi kesehatan.
“Kami akan terus bersinergi dengan Yayasan Assuluk Insan Madani. Sosialisasi bahaya HIV sangat krusial, terutama bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat luas,” katanya menegaskan.
Acara ini bukan sekadar tes HIV gratis dan penyuluhan kesehatan, tetapi juga panggilan jiwa untuk meraih Ramadan sehat dan peduli. Di tengah refleksi Ramadan, kesehatan fisik dan mental menjadi pilar utama dalam menjalankan ibadah dengan khusyuk.***








