Cianjur | Pergeseran tanah di Kampung Sukajadi Desa Jatisari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Kamis 25/04/24, yang mengakibatkan 205 jiwa dari 65 Kepala Keluarga (KK) dievakuasi karena tempat tinggal serta tempat peribadatan ambruk, menjadi sorotan PJ Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin.
Senin 29/04/2024, PJ Gubernur Jabar beserta jajarannya datang meninjau lokasi kejadian, yang konon katanya belum adanya dapur umum untuk warga terdampak pergerakan tanah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi peninjauan, tampak hadir Forkompincam Bojongpicung seperti Camat, Kepala Desa Jatisari beserta aparat, Danramil, sedangkan Kapolsek Bojongpicung diwakili Bhabinkamtibmas.
PJ Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin menyampaikan, terjadinya bencana alam pergerakan tanah di Bojongpicung itu betul-betul serius dan selama berada di lokasi kejadian pihaknya merasakan adanya getaran pergerakan tanah dan melihat secara kasat mata bangunan rumah yang ambruk dan retak-retak, selain itu Mesjid Jamie dan Mushola pun tampak miring.
“Melihat sigapnya Forkopimcam dan Kepala Desa Jatisari yang selalu aktif membantu masyarakat terdampak, saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya,” katanya.
Kepada Bupati Cianjur Herman Suherman serta Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, memohon agar kejadian tersebut ditangani dengan serius. Karena menurut informasi sejak kejadian hingga sekarang kurang lebih 4 hari masih tidak terlihat adanya dapur umum, jamban, Pos Kesehatan dan fasilitas umum lainnya.
“Saya tegaskan kepada Bupati Cianjur dan Dinas Sosial Provinsi, bencana pergerakan tanah di Bojongpicung Cianjur Jawa Barat ini di tangani dengan serius, karena sejak kejadian hingga sekarang masih belum terlihat adanya Dapur Umum, Pos kesehatan Jamban umum dan pasilitas umum lainnya untuk para pengungsi,” tegasnya mengatakan.
Bey menambahkan, mengenai keharusan direlokasi itu pun merupakan hal penting, jadi kepada pihak yang berkompeten mohon segera turun ke lokasi guna pemeriksaan kondisi struktur tanah, apakah layak untuk dihuni kembali atau tidak.
“Mungkin tidak mungkinnya dihuni kembali, itu harus diteliti terlebih dahulu oleh pihak ahli yang berkompeten dalam bidangnya, bila tidak memungkinkan untuk dihuni kembali, maka harus segera direlokasi,” tambahnya.
Masih di lokasi yang sama, Kadinsos Kabupaten Cianjur Yudi S mengatakan, pihaknya tidak sempat bertemu PJ Gubernur Jabar, karena sudah kembali pulang ke kantornya.
“Saya sampai di lokasi kejadian Pak PJ Gubernur mungkin sudah pulang, paling hanya selisih 5 menit sedangkan Camat Bojongpicung dan Kepala Desa mendampingi nya sampai selesai,” kata Kadinsos Cianjur didampingi Camat Bojongpicung Yudi Azis Muslim.
Terkait dapur umum, bantuan logistik itu sejak awal telah dilakukan khusunya memberikan makanan mentah nya saja. Sedangkan dapur umumnya baru sekarang dilaksanakan dengan tempat masaknya di depan Kantor Desa Jatisari nantinya setelah matang baru dibagikan pada warga yang sedang mengungsi.
“Sebagai bentuk kesiagaan, kami mengantisipasinya dengan mendirikan tenda darurat karena masyarakat yang terdampak takut tidak betah atau tidak mau diam di rumah penduduk atau terlalu sesak.
Mengenai kesehatan untuk para pengungsi itu telah diantisipasi juga, selain lokasinya dekat dengan Pustu dan Puskesmas, tim tenaga medis juga keliling ke setiap pengungsian,” paparnya.
Yudi menyambungkan, selain membuat dapur umum juga membuat tenda darurat untuk warga yang tidak mau atau tidak betah diam di pengungsian dan mengenai kesehatannya pengungsi dekat dengan Pustu, Puskesmas dan tim medis juga terus keliling ke setiap pengungsian.
“Kalau ditanya relokasi bangunan rumah para terdampak, itu belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil penelitian pihak yang berkompeten dalam bidangnya,” pungkasnya.








