Cianjur | Viral di media sosial, seorang guru salah satu mata pelajaran di SMA Negeri 2 Cianjur, melakukan dugaan kekerasan terhadap salah seorang muridnya di dalam kelasa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Viralnya kejadian tersebut, jelas mengundang perhatian publik karena dikenal memiliki reputasi yang keras dalam mengajar.
Kepala SMA Negeri 2 Cianjur, Haruman, menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada hari Kamis 05/09/2024 sore. Atas terjadinya hal tersebut, pihak sekolah masih mendalami kejadian itu seperti apa yang sebenarnya.
“Upaya yang kami lakukan sedang menyelidiki bagaimana sebenarnya, kami mengumpulkan informasi yang akurat mulai dari wali kelas, BK, hingga kesiswaan. Karena dugaan itu memang benar terjadi di sekolah, namun untuk memastikannya kami juga perlu informasi yang detil untuk ditindaklanjuti,” katanya menjelaskan.
Masih dikatakan Haruman, pihaknya menyebutkan bahwa kejadian itu bermula pada saat guru berinisial G memasuki kelas.
“Sebelum kejadian, ada siswa yang berada di luar kelas tersenyum ke arah siswa di dalam kelas, yang diduga menjadi korban. Karena perbuatan itulah guru tersebut merasa tersinggung dan mengira senyum itu merupakan ejekan,” unngkapnya.
Menyikapi hal itu, Haruman menyampaikan informasi itu bersifat dugaan sementara.
“Kami masih mendalami dan mengumpulkan data bersama wali kelas, kesiswaan dan BK terus bekerja untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya,” ujarnya.
Untuk mengetahui kondisi korban saat ini, pihak sekolah masih menunggu laporan resmi terkait cedera yang dialami oleh salah seorang muridnya itu.
“Kami menunggu laporan dari pihak berwenang, rencananya kami akan menyampaikan secara resmi kepada pihak komite sekolah yang mewakili orang tua murid,” ucapnya.
Kepala sekolah juga menuturkan, bahwa guru berinisial G pernah memiliki riwayat serupa di masa lalunya.
“Kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi, melainkan guru tersebut pernah beberapa kali dilaporkan atas perbuatannya, bahkan pelaporan serupa juga sudah ada sejak kepala sekolah sebelumnya, atas kejadian tersebut kami telah berupaya melakukan pembinaan sesuai aturan yang berlaku,”tuturnya.
Berdasarkan informasi yang saat ini masih dalam pendalaman, pihak sekolah berjanji akan mengambil tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku untuk membuktikan kebenarannya.
“Seringnya terjadi insiden yang sama, pihak sekolah tengah memproses kejadian ini ke Kantor cabang Dinas Pendidikan) untuk penanganannya,” tandasnya.








