Yana Hermawan seorang peternak sapi di Kampung Sungaren, Desa Wangunjaya, Cugenang, Cianjur. (Foto: Samsuri).
Cianjur | Yana Hermawan, peternak sapi di Kampung Sungaren, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengaku penjualan sapinya menurun hingga 20% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menduga penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat akibat memburuknya ekonomi global.
“Alhamdulillah, penjualan tahun ini masih berjalan, tapi turun sekitar 20% dibanding tahun sebelumnya,” ujar Yana saat ditemui pada Selasa (3/6/2025).
Yana menjelaskan, jenis sapi yang ia ternakkan antara lain Peranakan Ongole (P.O.), Simental, Limousin, dan Pegon. Menurutnya, pembeli dari luar kota seperti Jabodetabek lebih banyak membeli sapi Pegon dan Limousin, sedangkan pembeli lokal cenderung memilih Pegon dan P.O.
Meski sedang menghadapi tantangan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak, Yana mengaku rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari di seluruh kandang untuk mencegah penularan.
“Penurunan harga beli sapi mungkin dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang sedang tidak stabil,” tambahnya.
Meski demikian, Yana tetap optimis bahwa usaha ternaknya dapat bertahan dengan terus menjaga kualitas kesehatan sapi dan menyesuaikan strategi pemasaran sesuai permintaan pasar.***








